Minggu, 14 November 2021

MENERAPKAN KOMUNIKASI EFEKTIF BIDANG KEHUMASAN (BAGIAN 1)

 MENERAPKAN KOMUNIKASI EFEKTIF DI BIDANG KEHUMASAN (BAGIAN 1)

PENGERTIAN KOMUNIKASI

Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu communicatio yanng berarti sama makna. Beberapa definisi komunikasi dari beberapa ahli yaitu:

1.       WILBUR Schramm

Komuniaksi berarti sama maksudnya, jika kita mengadakan komunikasi dengan suatu pihk, maka kita menyatakan gagasan untuk memperoleh kesamaan dengan pihak lain mengenai suatu objek tertentu.

2.      William C. Himstreet

Komunikasi adalah suatau proses pertukaran informasi antara individu-individu melalui suatu sistem biasa baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilku.

3.      Kamus besar bahasa indonesia

Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita anata dua orang atau lebih sehinga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi juga dapat berarti  hubungan, atau kontak.

Dari bebagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses kegiatan  penympaian pesan/informasi  yang mengandung arti dari suatu pihak ke pada pihak lain dalam usaha untuk mendapatkan saling pengertian dalam mencapai tujuan tetentu.  Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari komunikasi dalah untuk mendapatkan saling pengertian.

KOMPONEN/UNSUR KOMUNIKASI

1. Komunikator (communicator), yaitu orang yang menyampaikan pesan atau informasi. Komunikator dapat berupa perorangan atau kelompok.

Komunikan (communicatee), yaitu rang yang menerima pesan atau informasi. Komunikator dapat berupa perorangan atau kelompok.

3. Peesan (message), yaitu berupa berita yang mengandung arti atau inti berita yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan. Dalam proses membuat dan menguraikan pesan dikenal 2 istilah yaitu:

  1.          Encode yaitu proses penghantar atau membuat pesan
  2.           Dekode yaitu proses penerimaan pesan.

4.       Media, yaitu alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.

5.  Feed back atau umpan balik yaitu yanggapan dari pihak komunikan terhadap pesan yang disampaiakn oleh komunikator.

Jenis-jenis respon atau tanggapan

1.  Zero feedback, yaitu respon yang diberikan oleh komunikan tidak dapat dimengerti oleh komunikator. Respon seperti ini dapat terjadi apabila ada penggunaan istilah bahasa yag tidak epaham

2.   Positive feedback, yaitu respon yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator bersifat positif, sehingga komunikanbersedia berpartisispasi memenuhi ajakan komunikator (terjadi daling pengertian).

3.  Neutral feedback, yaitu respon yang tidak memihak, artinya respon yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator tidk mendukung atau menentang

4.   Negative feedback, yaitu respon yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator bersifat merugikan atau memojokkan komunkator.

Suatu komunikasi dapat berlangsung atau terjadi, jika semua unsur komunikasi tersebut melakukan proses komunikasi.

Langkah-langkah proses komunikasi:

  1. Komunikator menyampaikan pesan atau informasi kepada komunikan
  2. Komunikator membuat atau menyusun sandi-sandi (encoding) untuk menyatakan maksud dalam bentuk kata-kata atau lambang (gambar, gerakan, warna, atau tulisan)
  3. Kata-kata atau lambang tersebut disalurkan melalui media
  4. Komunikasi mengraikan atau menafsirkan lambang-lambang (decoding) yang dikirimkan oleh komunikator sehingga mempunyai makn atau artti.
  5. Komunikan memberi respon atau tanggapan (feedback) terhadap informasi yang diberikan oleh komunikator sehingga komunikator dapat menganalisis apakah pesan yang dissampaikan sesuai dengan apa yang dimaksud oleh komunikator, karena dalam proses komunikasi dapat terjadi hambatan-hambatan.

 FAKTOR-FAKTOR KOMUNIKASI

1. Faktor Penghambat Keberhasilan Berkomunkasi

Kegagalan dalam berkomunikasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu

1. Kurangnya kecakapan berkomunikasi, kurang cakap berbicara, kurang     pendengaran. Untuk mengatasinya harus banyak belajar dan berlati

2.   Sikap yang kurang tegas, tertutup, tinggi hati.

3.   Kurang pengetahuan, agak sulit menyampaikan ide

4.  Fisik dan indera komunikator kurang memenuhi persyaratan. Misalnya, kemampuan    kurang, semangat kerja kurang, bahasa kurang jelas, pendengaran kurang.

5.   Prasangka yang tidak baik, biasanya bersifat negatif

6. Kurang terampil dalam menggunakan alat media, untuk mengatasinya harus banyak     berlatih.

7.  Penyampaian informasi yang berlebihan karena terlalu banyak penjelasan sehingga   mengaburkan maksud yang sebenarnya

8.    Komunikasi satu arah yaitu pembicaraan sepihak arena komunikan tidak diberi     kesempatan untuk bertanya atau memberi tanggapan sehingga tidak jelas penafsiranya.

9.  Penyajian yang verbalis yaitu bila komunikator hanya berbicara saja tanpa menggunakan alat peraga, komuikasi jadi tidak lancar.


2.      Faktor-faktor penunjang keberhasilan komunikasi dilihat dari sudut komunikator

a.      Kecakapan komunikator

Seorang komunikator harus dapat menguasai cara-cara untuk menyampaikan ide/gagasan baik secara lisan maupun tertulis, pandai memilih lambang-lambang komunikasi yang akan digunakan, ckap dalam membangkitkan minat dan mampu manerik perhatian komunikan.

b.     Sikap komunikator

Seserang komunikator dalam menyampaikan informasi harus tegas, terbuka, simpatik, dan rendah hati untuk membangkkitkan kepercayaan dari komunikan

c.       Pengetahuan omunikator

Seorang komunikator yang mempunyai wawasan atau pengetahuan yang luas akan lebih mudah dalam menyampaikan ide/gagasan kepada komunikan.

d.      Keadaan fisik komunikator

Seorang komunikator yang mmeiliki suara yang jelas, tidak gagap, dan mantap dalam menyampaikan informasi akan lebih mudah dipahami oleh komunikan.

e.      Sistem sosiaal

Seorang komunikator harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi masyarakat di manapun dia berbicara. Dengan demikian, komunikator akan mampu memahami dengan siapa dia berbicara dan bagaimana kebiasaanya.

3.      Faktor-faktor penunjang keberhaslan komunikasi dilihat dari sudut komunikan

a.       Kecakapan komunikan

       Seorang komunikan harus mempunyai kecakapan dalam mendengarkan,                memahami, dan menanggapi pembicaraan agar tujuan komunikasi 

      dapat dicapai.

b.     Sikap komunikan

Seorang komunikan harus memiiki sikap perhatian dan simpatikm dalam mendengarkan informasi dari komunikator

c.     Pengetahuan komunikan

Komunikan yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas akan lebih cepat mengerti dan memahami informasi yang disampaikan oleh koomunikator.

d.    Keadaan fisik komunikan

Keadaan fisik komunikan juga mempengaruhi kelancaran dalam penerimaan informasi, seperti kondisi pendengaran, penglihatan, ataupun indra lainnya.

e.       Sistem sosial

Komunikan harus memahami dengan siapa dia berbicara (pimpinan, rean kerja, atau orang lainnya), memahami materi apa yang dibicarakan serta mmapu menesuaikan diri dengan komunikator.


47 komentar:

  1. Mutyarahma Dayinta ( XI OTKP 3 / 25 )

    BalasHapus
  2. Natalia Christin (XI OTKP 3/26)

    BalasHapus
  3. Adhani Anastasya Putri (02/XI OTKP 3)

    BalasHapus
  4. Angger Hanum Karunia Jati ( XI OTKP 3 / 05 )

    BalasHapus
  5. Desta Cahyaningrum (XI OTKP 3/09)

    BalasHapus
  6. Aualia Mefrin Zukhrufia (XI OTKP 3/07)

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Diva Reny Febrananda (XI OTKP 3/12)

    BalasHapus
  9. Nana Nurfelina Sari (24/XI OTKP 2)

    BalasHapus
  10. Elsa zahrani Astuti(XI OTKP 3/14)

    BalasHapus
  11. ravellia ratnaningtyas (XI OTKP 3/31)

    BalasHapus
  12. Adelia Luthfi Prameswari (XI OTKP 3/01)

    BalasHapus
  13. Putri Jasmin Rahma Andani (XI OTKP 3/30)

    BalasHapus
  14. Fatika Aulia Romadhoni (XI OTKP 3/17)

    BalasHapus
  15. Sekar Annisa Rahmadianti (XI OTKP 3/32)

    BalasHapus
  16. Khofifah Eka Nur Khasanah (XI OTKP 3/21)

    BalasHapus
  17. Sulas indriyaningsih (XI OTKP 3/34)

    BalasHapus
  18. Novi Anggraeni (XI OTKP 3/28)

    BalasHapus
  19. Layla Avita Sari(XI OTKP 3/22)

    BalasHapus
  20. Veronica Milka Setiningtyas (XI OTKP 3/35)

    BalasHapus
  21. Lia Dwi Handayani (XI OTKP 2/20)

    BalasHapus
  22. Idha Widiati Uswatun Nisa (16) XI OTKP 2

    BalasHapus
  23. FRISANDRA DANI AULIA PUTRI (12) XI OTKP2

    BalasHapus
  24. SHEILA SYAHARANI NADILA PUTRI/33/XI OTKP 2

    BalasHapus
  25. AFISTA CIKHA SAPUTRI 02/ XI OTKP 2

    BalasHapus
  26. Umi Hastutiningsih 36/XI OTKP2

    BalasHapus

Pelayanan Prima dengan Konsep A3