MODUL
MENDESKRIPSIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
A. Administrasi
1. Pengertian Administrasi
a.
Asal
kata dari bahasa latin, ad dan ministrare. Ad artinya intensif dan ministrare
artinya melayani, membantu, atau memenuhi
b.
Dalam
bahasa inggris “administration
c.
KBBI,
adalah usaha dan kegiatan meliputi penetapan tujuan serta penetapan cara-cara
penyelenggaraan pembinaan organisasi; usaha dan kegiatan yang berkaitan dengan
penyelenggaraan pemerintahan; kegiatan kantor dan tata usaha
d.
Dalam
arti sempit, adalah kegiatan penyusunan dan pencatatan data dan informasi
secara sistematis dengan tujuan menyediakan keterangan bagi pihak yang
membutuhkan serta memudahkan memperoleh kembali informasi secara keseluruhan
dalam hubungan satu sama lain, atau dengan kata lain disebut tata usaha
e.
Dalam
arti luas, adalah kegiatan kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
berdasarkan pembagian kerja yang telah ditentukan dalam struktur organisasi
dengan mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan secara efektif
dan efisien.
2. Unsur-Unsur Administrasi
Menurut The Liang Gie dalam buku
“Adminitrasi Perkantoran Modern”terdiri dari delapan unsur:
a.
Pengorganisasian
b.
Manajemen
c.
Tata
hubungan
d.
Kepegawaian
e.
Keuangan
f.
Perbekalan
g.
Tata
usaha
h.
Perwakilan
3. Fungsi Adminitrasi
Menurut Quible ada lima yaitu:
a.
Fungsi
rutin: fungsi administrasi yan membutuhkan pemikiran minimal mencakup
pengarsipan dan penggandaan
b.
Fungsi
teknis; fungsi administrasi membutuhkan pendapat, keputusan dan ketrampilan
perkantoran yang memadai
c.
Fungsi
analisis: fungsi administrasi yang membutuhkan pemikiran yang kritis dan kreatif
disertai kemampuan mengambil keputusan, seperti membuat keputusan pembelian
d.
Fungsi
interpersonal: fungsi administrasi yang membutuhkan penilaian dan analisis
sebagai dasar pengambilan keputusan serta ketrampilan yang berhubungan dengan
orang lain seperti mengoordinasikan tim
e.
Fungsi
manajerial: fungsi administrasi yang membutuhkan perencanaan, pengorganisasian,
pengukuran dan pemotivasian
B. Kantor
1. Pengertian
a.
Menurut
KBBI, adalah balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan
(perusahaan); tempat bekerja
b.
Kantor
merupakan suatu unit organisasi yang terdiri dari tempat personil dan operasi
ketatausahaan.
2. Tujuan kantor
Memberikan pelayanan komunikasi dan
perekaman
3. Fungsi kantor
a.
Menerima
informasi
b.
Merekam
informasi
c.
Mengatur
informasi
d.
Memberi
informasi
e.
Melindungi
aset/harta
C. Pengertian Administrasi Perkantoran
1. William Spriegel dan Ernest Davies
Dalam buku “Principles of Business
Organization and Operation”, manajemen kantor adalah pengarahan menyeluruh
terhadap kegiatan-kegiatan seperti transportasi, manufakturing, pergudangan,
dan penjualan
2. George R. Terry
Dalam buku”Office Management and
Control”, manajemen kantor adalah perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian dan pengawasan pekerjaan kantor dan pelaksanaannya untuk
mencapai tujuan
3. Arthur Granger
Dalam buku “National Office Management
Association Report”, manajemen kantor adalah fungsi dari tata penyelenggaraan
pelayanan komunikasi dan perekaman dari suatu organisasi.
4. William Leffingwell dan Edwin Robinson
Dalam buku”Textbook of Office Management,
manajemen kantor sebagai suatu fungsi, yang merupakan cabang dari seni dan ilmu
manajemen yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan kantor secara efisien,
kapan pun dan dimana pun pekerjaan itu dilakukan.
5. W. H Evans
Dalam buku “Administrasi Perkantoran
Modern”, administrasi perkantoran sebagai fungsi yang berkaitan dengan
manajemen dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan, yaitu proses
pengolahan data, komunikasi dan memori organisasi
6. Dalam arti sempit, administrasi
perkantoran adalah semua kegiatan yang bersifat teknis ketatausahaan dari suatu
perkantoran yang mempunyai peranan penting dalam pelayanan terhadap pelaksanaan
pekerjaan operatif, penyediaan keterangan bagi pimpinan dan juga membantu dalam
kelancaran perkembangan organisasi
D. Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran
1. Kegiatan Kantor
a.
Perencanaan
perkantoran (office planning)
1)
Perencanaan
gedung
2)
Tata
ruang kantor
3)
Penerangan/cahaya
4)
Ventilasi
5)
Perlengkapan
peralatan dan perabotan kantor
6)
Metode-metode
dan standarisasi pekerjaan kantor
7)
Anggaran
(budgeting) perkantoran
8)
Standar
kualitas kerja
9)
Sistem
informasi dan telekomunikasi
b.
Pengorganisasian
perkantoran (office organizing)
1)
Pembagian
tugas dan pekerjaan agar lebih efisien dalam organisasi/perusahaan
2)
Pemeliharaan
hubungan kerja yang baik dengan atasan ataupun bawahan
3)
Penyediaan
peralatan/perlengkapan yang tepat, sesuai dengan jenis pekerjaan untuk
memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan
c.
Pengarahan
perkantoran (office actuating)
1)
Penggunaan
teknik yang efektif dalam melakukan pengawasan terhadap bawahan
2)
Penggunaan
teknik yang efektif dalam memberikan motivasi terhadap bawahan
3)
Pemberian
bantuan kepada karyawan dalam memecahkan masalah ketika karyawan menghadapi
kesulitan dalam pekerjaan
4)
Penyatuan
visi, misi karyawan dan organisasi
5)
Perancangan
cara komunikasi yang efektif dengan karyawan, agar komunikasi antara atasan
dengan bawahan dapat berjalan lancar
6)
Penggunaan
tolak ukur yang adil dalam memberikan gaji kepada karyawan
d.
Pengawasan
perkantoran (office controlling)
1)
Penggunaan
peralatan dan perabot kantor
2)
Metode-metode
dan standarisasi pekerjaan kantor
3)
Kualitas
pekerjaan kantor
4)
Pelayanan
kantor
5)
Waktu
6)
Biaya
perkantoran
2. Sarana dan Fasilitas Kerja Perkantoran
a.
Lokasi
kantor
Faktor
yang perlu diperhatikan dalam menentukan lokasi kantor:
1)
Faktor
keamanan
2)
Faktor
lingkungan
3)
Faktor
harga
b.
Gedung
Faktor
yang perlu diperhatikan:
1)
Menjamin
keamanan dan kesehatan karyawan
2)
Memiliki
fasilitas yang memadai
3)
Harga
gedung yang kompetitif (seimbang dengan biaya dan keuntungan)
c.
Peralatan
1)
Perabotan
kantor (office furniture): meja, kursi, rak, laci-laci, dll
2)
Perbekalan
kantor (office supplies): kertas, pena, tinta printer, penghapus dan peralatan
habis pakai lainnya
d.
Interior
Adalah
tatanan perabot/perangkat kantor yang menunjang pelaksanaan kerja dalam ruang
kantor, seperti penerangan, ventilasi, plafon, jendela, dan hiasan kantor
e.
Mesin-mesin
kantor
Disesuaikan
dengan prosedur kerja, metode kerja dan kebutuhan kantor
MODUL 2
MENDESKRIPSIKAN
FUNGSI PEKERJAAN KANTOR
A. Pengertian Organisasi
1. Asal kata dari bahasa yunani, “Organon”.
Dalam bahasa latin “Organum”artinya alat, bagian, anggota atau badan
2. KBBI = Adalah kesatuan (susunan) yang
terdiri atas bagian-bagian (orang) dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan
tertentu; kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai
tujuan bersama.
3. James D. Mooney (Dalam buku The
Principles of Organization) adalah
setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.
4. Chester I. Barnard (Buku The Functions
of The Executive) adalah suatu sistem mengenai usaha-usaha kerja sama yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih.
5. J. Willian Schulze, adalah suatu
penggabungan dari orang-orang, benda-benda, alat-alat perlengkapan, ruang kerja
dan segala sesuatu yang bertalian dengannya, yang dihimpun dalam hubungan yang
teratur dan efektif untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan.
6. Kamus administrasi, adalah suatu usaha
kerja sama dari sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
Kesimpulan dari definisi, ciri-ciri
organisasi sebagai berikut:
1.
Terdapat
sekelompok orang (dua atau lebih)
2.
Ada
kerja sama
3.
Ada
tujuan bersama
B. Prinsip-Prinsip Organisasi
1. Prinsip perumusan tujuan
2. Pembagian kerja
3. Pendelegasian kekuasaan/wewenang
4. Tingkat pengawasan
5. Rentang manajemen
6. Kesatuan perintah
7. Koordinasi
C. Bentuk-Bentuk Organisasi
Berdasarkan
pola hubungan kerja serta alur wewenang dan tanggung jawabnya dibagi menjadi 3
macam:
1. Organisasi Garis/Lini
Ciri-ciri:
-
Organisasi
dibagi ke dalam unit-unit kerja yang bulat pada tingkat-tingkat jenjang yang
diperlukan
-
Wewenang
dari pucuk pimpinan mengalir langsung kepada para pemimpin unit pada tata
jenjang organisasi
-
Masing-masing
unit memegang wewenang dan tanggung jawab penuh
-
Semua
karyawan menerima instruksi dan petunjuk langsung dari pimpinan unit
-
Lalu
lintas wewenang dan tanggung jawab berjalan tegak lurus dan vertikal melalui
saluran tunggal
Kelebihan:
-
Kesatuan
perintah lebih terjamin, karena pimpinan berada pada satu tangan
-
Proses
pengambilan keputusan dapat berjalan lebih cepat
-
Rasa
kesetiakawanan antar karyawan lebih tinggi karena lebih saling kenal
Kekurangan:
-
Seluruh
organisasi sangat bergantung pada satu orang sehingga jika pimpinan tersebut
tidak mampu maka akan terancam jatuh organisasi tersebut.
-
Pimpinan
lebih cenderung otoriter
-
Karyawan
lebih sulit berkembang
rganisasi Garis dan Staf
Ciri-ciri:
-
fcvbcgjn
-
Pimpinan
mengangkat tenaga staff
-
Unit-unit
organisasi disusun menurut garis lurus
Kelebihan:
-
Memudahkan
untuk pengambilan keputusan yang tepat karena adanya staff ahli
-
Cocok
digunakan pada organisasi besar yang memiliki tugas dan tujuan yang luas
-
Lebih
mudah untuk menerapkan “The Right man on the right place”
Kekurangan:
-
Kesetiakawanan
antar karyawan sulit dibina karena luasnya organisasi dan jumlah karyawannya
yang banyak sehingga karyawan tidak saling mengenal
-
Koordinasi
sulit dilakukan karena kompleksnya susunan organisasi
Pimpinan
|
Akuntan publik
|
Penasehat hukum
|
Bagian produksi
|
Bagian
SDM
|
Bagian keuangan
|
Bagian pemasaran
|
Kepala seksi
|
Kepala seksi
|
Kepala seksi
|
Kepala seksi
|
Kepala seksi
|
Kepala seksi
|
Kepala seksi
|
Kepala seksi
|
3. Organisasi fungsional
Ciri-ciri:
-
Seorang
pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas
-
Setiap
pimpinan berwenang memberikan perintah
-
Spesialisasi
setiap bawahan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin
Kelebihan:
-
Pembagian
tugas lebih jelas
-
Spesialisasi
karyawan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin
Kekurangan:
-
Sulit
melakukan tour of duty (perputaran pekerjaan)
-
Karyawan
merasa ahli sehingga sulit bekerjasama dan lebih mementingkan spesialisasinya
-
Tidak
ada kesatuan perintah
pimpinan
|
Kepala seksi
|
Kepala seksi
|
Kepala seksi
|
Kepala bagian
|
Kepala bagian
|
Kepala bagian
|
Kepala bagian
|
D. Pengertian Pekerjaan Kantor
1. George R. Terry, pekerjaan kantor
meliputi penyampaian keterangan secara lisan dan pembuatan warkat-warkat
tertulis dan laporan-laporan sebagai cara untuk meringkaskan banyak hal dengan
cepat, guna menyediakan suatu landasan fakta bagi tindakan pengawasan pimpinan
2. Willian Leffingwell dan Edwin
Robinson, menekankan kepada warkat-warkat dari badan usaha, pembuatan
warkat-warkat, dan pemeliharaannya untuk digunakan mencari keterangan di
kemudian hari
3. Geoffrey Mills dan Oliver Standing
Ford, menekankan kepada fungsi kantor, yaitu menyediakan suatu pelayanan
mengenai komunikasi dan warkat, antara lain menerima, mencatat, mengolah,
memberikan keterangan, dan melindungi harta kekayaan.
E. Fungsi Pekerjaan Kantor
1. Memberikan pelayanan terhadap
pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan organisasi
2. Menyediakan informasi/keterangan bagi
pimpinan organisasi untuk membuat keputusan.
3. Membantu kelancaran perkembangan
organisasi secara keseluruhan
A. Jenis-Jenis Pekerjaan Kantor
a. Menghimpun
Contoh: mengumpulkan data, mencari
informasi, membuat kliping, serta mengumpulkan berita dan menyusunnya.
b. Mencatat
Contoh: membuat surat, notula,
mencatat kegiatan, dan membuat tulisan di berbagai media
c. Menggandakan
Contoh: foto kopi, mencetak informasi
dengan printer atau risograph
d. Mengirim
Mengirim surat lewat pos, faksimile,
email dan mendistribusikan informasi
e. Menyimpan
Contoh: menyimpan surat/arsip,
menyimpan data/informasi ke komputer dan menyusun buku di perpustakaan
f. Melakukan komunikasi
Contoh: bertelepon, korespondensi,
chatting dan teleconference
g. Menghitung
Contoh: menghitung data penjualan,
keuangan, dan jumlah sarana dan prasarana
h. Pekerjaan lainnya
Contoh: pelayanan tamu, kurir dan
petugas kebersihan kantor
Menurut George R. Terry, , persentase
pekerjaan kantor untuk menunjang tugas utama perusahaan adalah :
1.
Typing : 24,6%
2.
Calculating : 19,5%
3.
Checking : 12,3%
4.
Filling : 10,2%
5.
Telephoning : 8,8%
6.
Duplicating : 6,4%
7.
Mailing : 5,5%
8.
Other : 12,7%
Total : 100%
B. Ciri-Ciri Pekerjaan Kantor
1. Bersifat pelayanan
2. Terbuka dan luas
3. Dilaksanakan oleh semua pihak dalam
organisasi
C. Hasil Jasa atau Produk Pekerjaan Kantor
1. Surat
Adalah media komunikasi tertulis yang
berisi buah pikiran atau informasi yang disampaikan kepada pihak lain untuk
mendapatkan tanggapan.
Kegunaan surat:
-
Sebagai
alat komunikasi secara tertulis
-
Sebagai
alat pengingat jika sewaktu-waktu diperlukan
-
Sebagai
alat bukti tertulis yang sangat otentik
-
Dapat
menjadi nilai historis
-
Sebagai
duta organisasi
-
Sebagai
dasar dalam pengambilan keputusan pimpinan
Hal yang perlu diperhatikan dalam
membuat surat
-
Gunakan
kertas yang baik, HVS ukuran A4 untuk perusahaan swasta dan ukuran folio (F4)
untuk pemerintahan
-
Surat
dibuat lengkap dengan bagian-bagian surat yang terstruktur dan bentuk yang
dipilih
-
Bahasa
harus dibuat dengan baeik, lugas, jelas, padat dan tidak bertele-tele
-
Gunakan
bahasa indonesia yang baik dan benar
2. Laporan
Adalah suatu bentuk penyampaian
informasi, data, atau berita baik secara lisan maupun tertulis. Didalam laporan
terdapat kegiatan pencatatan, pengumpulan, pemeriksaan, pengetikan dan pengolahan
data.
1)
Fungsi
laporan:
-
Sebagai
bahan pertanggungjawaban
-
Alat
menyampaikan informasi
-
Alat
pengawasan
-
Bahan
penilaian
-
Bahan
pengambilan keputusan
2)
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan:
-
Harus
jelas dan cermat
-
Mengandung
kebenaran dan objektifitas
-
Lengkap
-
Tegas
dan konsisten
-
Langsung
mengenai sasaran
-
Disampaikan
kepada orang dan alamat tujuan yang tepat
-
Disertai
dengan saran-saran
-
Tepat
waktu
3)
Jenis-jenis
laporan:
a.
Laporan
berdasarkan waktu
-
Laporan
berkala Ã
laporan yang dibuat secara periodik atau rutin dalam jangka waktu tertentu
(laporan harian, mingguan, bulanan, atau tahunan). Contoh : laporan kehadiran
karyawan setiap bulan.
-
Laporan
insidental Ã
laporan yang dibuat apabila diperlukan
b.
Laporan
berdasarkan bentuk
-
Laporan
berbentuk surat Ã
laporan yang dibuat secara tertulis dalam bentuk surat, isinya antara satu
sampai empat halaman. Contoh: laporan jumlah siswa yang keluar dari suatu
sekolah
-
Laporan
berbentuk naskah Ã
laporan disampaikan dalam bentuk naskah, baik naskah pendek maupun panjang.
Contoh: laporan kegiatan kepanitiaan atau notulen rapat.
-
Laporan
berbentuk memo Ã
laporan yang ditulis menggunakan memo. Umumnya isi laporan pendek, untuk
keperluan intern dan dilakukan antar pejabat/pimpinan.
c.
Laporan
berdasarkan penyampaian
-
Laporan
lisan Ã
laporan yang disampaikan secara langsung
-
Laporan
tertulis Ã
contoh: surat, naskah dan memo
-
Laporan
visual Ã
laporan yang disampaikan melalui penglihatan. Contoh: disampaikan melalui media
presentasi (power point)
d.
Laporan berdasarkan sifat
-
Laporan
biasa Ã
laporan yang isinya bersifat biasa dan tidak rahasia, sehingga jika laporan
terbaca orang lain tidak menimbulkan dampak negatif
-
Laporan
penting Ã
laporan yang isinya bersifat penting dan rahasia, sehingga hanya orang tertentu
saja yang boleh mengetahuinya.
e.
Laporan
berdasarkan isinya
-
Laporan
informatif Ã
laporan yang isinya hanya berisi informasi saja
-
Laporan
rekomendasi Ã
laporan yang isinya bersifat penilaian sekilas tanpa adanya pembahasan lebih
lanjut
-
Laporan
analisa Ã
laporan yang isinya berupa hasil analisa secara mendalam
-
Laporan
kelayakan Ã
laporan yang isinya berisi tentang hasil penentuan kelayakan atau pemilihan
mana yang terbaik
-
Laporan
pertanggungjawaban Ã
laporan yang berisi pertanggungjawaban tugas seseorang atau kelompok kepada
atasan yang memberi tugas tersebut.
4)
Langkah-langkah
membuat laporan
-
Menentukan
masalah yang akan dilaporkan
-
Mengumpulkan
bahan, data dan fakta
-
Mengklasifikasi
data
-
Mengevaluasi
dan mengolah data
-
Membuat
kerangka laporan
Kerangka laporan terdiri dari:
a.
Pendahuluan
-
Maksud
dan tujuan penulisan laporan
-
Masalah
pokok yang dilaporkan
-
Sistematika
laporan
b.
Batang
tubuh
-
Data
dan fakta pelaksanaan kegiatan
-
Kesesuaian
pelaksanaan dengan perencanaan
-
Masalah
yang terjadi
-
Pembahasan
masalah
c.
Penutup
-
Kesimpulan,
dan
-
Saran
3. Formulir
Adalah lembaran kartu atau kertas
dengan ukuran tertentu yang didalamnya terdapat data atau informasi yang
bersifat tetap, dan ada beberapa bagian lain yang akan di isi dengan informasi
yang tidak tetap
a.
Keuntungan
membuat formulir
1)
Menghemat
waktu, tenaga, dalam hal penulisan serta menghemat biaya dalam hal penggunaan
kertas
2)
Memudahkan
dalam penyimpanan dan pencatatan
3)
Adanya
keseragaman
4)
Mengurangi
kegiatan foto kopi
b.
Fungsi
formulir
1)
Mencari
suatu keterangan
2)
Menghimpun
data yang sama
3)
Menyampaikan
informasi yang sama
4)
Sebagai
bukti fisik
5)
Sebagai
dasar petunjuk untuk bekerja
c.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam membuat formulir
1)
Setiap
formulir yang dibuat harus mempunyai kegunaan yang jelas
2)
Perhatikan
efektivitas dan efisiensi formulir
3)
Ada
standarisasi dalam pembuatan formulir
4)
Informasi
dibuat secara tersusun dengan rapi, logis dan praktis
5)
Dibuat
secara sederhana
6)
Untuk
bagian yang akan di isi informasi, perlu disediakan ruang kosong yang cukup
7)
Harus
ada judul nama formulir
8)
Menggunakan
ukuran tertentu sesuai kebutuhan
9)
Cantumkan
nama organisasi untuk formulir ke luar kantor
10) Perancangan desain formulir harus
dilakukan sebaik mungkin dan direncanakan secara matang
4. Berbagai macam dokumen tertulis
Dokumen tertulis lain: tabel, peta,
grafik, gambar, buku atau paper
Hasil jasa pekerjaan kantor: kegiatan
melayani tamu atau kegiatan memberikan informasi secara langsung
5. Arsip
Merupakan data atau catatan berupa
tulisan baik tercetak atau terekam berupa informasi yang telah terjadi atau
berkaitan dengan masa lalu yang disimpan menurut suatu cara tertentu sehingga
informasi tersebut dapat digunakan dengan lebih baik dan lebih lama.
MODUL x
MENGIDENTIFIKASI SARANA DAN PRASARANA ADMINISTRASI PERKANTORAN
A. Jenis-Jenis Sarana dan Prasarana Kantor
Pengertian
sarana menurut KBBI, adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat
dalam mencapai maksud atau tujuan; alat
Prasarana
adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu
proses (usaha, pembangunan, proyek)
1. Peralatan/Perlengkapan Kantor (Offiece
Supplies)
Peralatan/perlengkapan adalah alat
atau bahan yang digunakan untuk membantu pelaksanaan pekerjaan kantor, sehingga
menghasilkan suatu pekerjaan yang diharapkan selesai lebih cepat, lebih tepat,
dan lebih baik.
a.
Peralatan/perlengkapan
dilihat dari bentuknya
1)
Berbentuk
lembaran
2)
Berbentuk
non lembaran
3)
Berbentuk
buku
b.
Peralatan/perlengkapan
dilihat dari penggunaannya
1)
Barang
habis pakai
2)
Barang
tidak habis pakai
2. Mesin-Mesin Kantor (Office Machine)
3. Mesin Komunikasi Kantor
4. Perabot Kantor (Office Furniture)
5. Interior Kantor (Office Arrangement)
6. Tata Ruang Kantor (Office Lay Out)
Definisi ruang kantor:
1.
Drs.
The Liang Gie, dalam buku administrasi perkantoran modern, adalah penyusunan
alat-alat pada letak yang tepat serta pengaturan kerja yang memberikan kepuasan
bekerja bagi para karyawan
2.
Littlefield
dan Peterson, dalam buku Modern Office Management, tata ruang kantor dapat
dirumuskan sebagai penyusunan alat perlengkapan [ada luas ruang yang tersedia
a.
Tujuan
tata ruang
1)
Memberikan
kenyamanan kepada karyawan
2)
Memanfaatkan
ruangan kantor dengan maksimal, sehingga tidak ada ruang yang tidak berguna
3)
Memudahkan
arus komunikasi dan arus kerja
4)
Memudahkan
dalam pengawasan
5)
Memudahkan
dalam pemberian pelayanan
6)
Memudahkan
gerak karyawan dalam bekerja
7)
Memberikan
rasa aman dan keleluasaan pribadi
8)
Menjauhkan
dari kebisingan yang terjadi
9)
Memberikan
pencitraan yang baik kepada pelanggan maupun tamu perusahaan
b.
Bentuk-bentuk
tata ruang kantor
1)
Ruang
kantor terbuka
Adalah
ruangan dimana semua kegiatan karyawan dilakukan bersama-sama dalam satu
ruangan tanpa dipisahkan oleh tembok ataupun penyekat dari kayu
a)
Keuntungan
-
Mudah
merubah ruangan
-
Mudah
dalam berkomunikasi
-
Mudah
dalam pengawasan
-
Menghemat
penggunaan
-
Memudahkan
penempatan, penggunaan dan perawatan peralatan kerja
-
Cahaya
mudah masuk dan udara mudah beredar, sehingga suasana lebih segar
b)
Kerugian
-
Sulit
melakukan pekerjaan rahasia
-
Kebisingan
akan membuat konsentrasi kerja terganggu
-
Karyawan
kurang leluasa dalam hal menyangkut pribadi
2)
Ruang
kantor tertutup
Ruangan
dipisahkan oleh tembok-tembok atau penyekat yang terbuat dari kayu
a)
Keuntungan
-
Pekerjaan
yang sifatnya rahasia dapat terjaga
-
Pimpinan
maupun karyawan dapat bekerja lebih tenang, karena terhindar dari kebisingan
-
Karyawan
lebih leluasa dalam bekerja
b)
Kerugian
-
Pengawasan
lebih sulit karena terhalang oleh penyekat
-
Cahaya
sulit masuk dan udara lebih sulit beredar sehingga suasana lebih pengap dan
gerah.
-
Perubahan
tempat lebih sulit dilakukan
3)
Ruang
kantor semi tertutup
Ruangan
yang disekat hanya setinggi 1,5 meter.
a)
Keuntungan:
menjaga privasi kerja
b)
Kerugian:
perubahan tempat lebih sulit dilakukan
c.
Pedoman
pembuatan tata ruang kantor
1)
Asas-asas
tata ruang kantor
a)
Asas
jarak terpendek
b)
Asas
rangkaian kerja
c)
Asas
penggunaan seluruh ruangan
d)
Asas
integrasi kegiatan
e)
Asas
perubahan susunan tempat kerja
f)
Asas
keamanan dan kepuasan karyawan
2)
Prinsip-prinsip
tata ruang kantor
a)
Bagian
atau fungsi kerja yang berhubungan ditempatkan berdekatan
b)
Pekerjaan
dilakukan secara berkesinambungan dalam garis lurus
c)
Alur
kerja harus sederhana
d)
Perlengkapan
kantor diletakan dekat karyawan yang menggunakannya
e)
Sebaiknya
meja dan kursi dalam satu bagian mempunyai ukuran yang sama
f)
Perhatikan
cahaya, sebaiknya tidak ada karyawan yang menghadap cahaya langsung
g)
Jika
pekerjaannya banyak berhubungan dengan masyarakat, sebaiknya ditempatkan di
bagian terdepan
h)
Jika
ada pekerjaan yang dapat mendatangkan kebisingan, sebaiknya dijauhkan dari
bagian-bagian yang lain dan ditempatkan dekat jendela
3)
Faktor
yang mempengaruhi tata ruang kantor
a)
Sistem
pencahayaan/penerangan
Ada
empat jenis pencahayaan:
·
Natural
lighting= sinar matahari
·
Task
lighting
·
Ambient
lighting= lampu-lampu langit-langit
·
Accent
lighting=daerah-daerah tertentu
Sistem pencahayaan/penerangan ada
empat:
·
Penerangan
direct
·
Penerangan
semi direct
·
Penerangan
indirect
·
Penerangan
semi indirect
b)
Sistem
warna
Menurut
Darul Amin Jemmy, warna-warna yang lembut akan cocok dengan suasana kerja,
diantaranya: abu-abu cerah, krem, warna gading (broken white), dan warna
lainnya yang memiliki tingkat pantul cahaya yang dianjurkan.
Macam-macam
warna:
·
Warna
primer: merah, biru, kuning
·
Warna
sekunder: warna yang dihasilkan dari campuran warna primer
·
Warna
tersier: campuran dari warna primer dan sekunder
Arti warna dan efek psikologis:
·
Merah:berani,
sensual, merah
·
Kuning:
kehangatan, bercahaya dan cerah
·
Hijau:
alami
·
Biru:
harmonis, tenang, lapang
·
Putih:
orisinal, ringan, polos, tenteram, nyaman, terang
·
Merah
muda: ceria, romantis
·
Oranye:
bersahabat, hampir sama dengan merah, dll
Pertimbangan dalam memilih warna
ruang:
·
Ukuran
ruang
·
Lokasi
bangunan
·
Lokasi
ruangan
·
Tipe
ruang
·
Bentuk
ruang
·
Tinggi
ruang
Keuntungan penggunaan warna yang
sesuai
·
Kantor
lebih menarik dan menyenangkan
·
Ruangan
tidak terlalu silau akibat cahaya yang berlebihan
·
Karyawan
dapat bekerja lebih semangat, tenang, dan gembira
·
Produktivitas
kerja karyawan akan meningkat
·
Karyawan
merasa lebih lega dan rasa tertekan dapat berkurang
·
Dapat
meningkatkan citra yang baik bagi perusahaan
c)
Sistem
pengaturan udara ruangan
Prof.
Sutarman, seorang Guru Besar Fisiologi Fakultas Kedoktera UI menyatakan “beban
panas yang berlebihan dapat menurunkan prestasi kerja”. Suhu udara untuk
kondisi bekerj dengan nyaman adalah 25,60C.
Cara
mengatasi udara yang panas dan lembab, yaitu:
-
Ruangan
kantor menggunakan AC yang dapat mengatur suhu secara otomatis
-
Membuat
ventilasi (lubang udara) yang cukup
-
Memakai
pakaian kerja yang sesuai dengan kondisi ruang
Keuntungan pengaturan udara yang tepat
dan baik:
-
Karyawan
lebih nyaman dalam bekerja
-
Semangat
kerja karyawan dapat meningkat
-
Kesehatan
karyawan lebih terpelihara
-
Produktivitas
kerja lebih meningkat
-
Kualitas
kerja menjadi lebih baik
-
Memberi
kesan yang baik kepada tamu
d)
Sistem
penataan suara
Suasana
yang diperlukan dalam bekerja adalah tenang terutama yang membutuhkan
konsentrasi. Tapi jika gaduh dapat menimbulkan produktivitas menurun.
Berikut
hal yang ditimbulkan akibat suara gaduh:
-
Konsentrasi
karyawan terganggu
-
Semangat
kerja karyawan menuru
-
Dapat
terjadi gangguan mental/saraf karyawan
-
Karyawan
tambah lelah
-
Kesalahan
kerja banyak terjadi
-
Produktivitas
kerja rendah
Cara mengurangi tingkat kebisingan:
-
Ruangan
diberi penyadap suara
-
Di
bawah mesin tik diberi alas karet. Sehingga suaranya dapat diredam
-
Pengadaan
printer usahakan tidak terlalu bersuara (laser)
-
Gerakan
disiplin karyawan harus mendapat perhatian
-
Tempat
pesawat telepon usahakan di tempat khusus
B. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Kantor
Kegiatan
pengelolaan sarana dan prasarana kantor meliputi: pengadaan, penyimpanan,
pemeliharaan, inventarisasi, dan laporan sarana dan prasarana.
1.
Pengadaan
Adalah
semua kegiatan penyediaan sarana dan prasarana (perbekalan) untuk menunjang
pelaksanaan tugas.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan sarana dan prasarana kantor:
·
Gunakan
prosedur pengelolaan sarana dan prasarana
·
Tentukan
jenis, kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan
·
Sediakan
dan gunaka sarana dan prasarana dalam kegiatan operasional
·
Penyimpanan
dan pemeliharaan sarana dan prasarana
·
Kumpulkan
dan kelola data sarana dan prasarana
·
Penghapusan
sarana dan prasarana sesuai dengan prosedur yang berlaku
Spesifikasi barang yang perlu
direncanakan:
a. Barang habis pakai
Kegiatan perencanaan barang habis
pakai:
1)
Menyusun
daftar perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan
2)
Menyusun
perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan barang
3)
Menyusun
rencana pengadaan barang
b. Barang tak habis pakai
1)
Menyusun
dan menganalisa keperluan perlengkapan sesuai dengan rencana kegiatan serta
memperhatikan perlengkapan yang masih ada
2)
Memperkirakan
biaya perlengkapan
3)
Menetapkan
skala prioritas menurut dana yang tersedia
4)
Menyusun
rencana pengadaan tahunan
c. Barang tidak bergerak
1)
Tanah
Perencanaan
tanah sebagai berikut;
a)
Menyusun
rencana pengadaan tanah
b)
Mengadakan
survei untuk menentukan lokasi tanah
c)
Mengadakan
survei terhadap adanya sarana jalan
d)
Mengadakan
survei harga dilokasi
e)
Mengajukan
rencana anggaran kepada satuan organisasi yang ditetapkan baik di daerah maupun
pusat, dengan melampirkan data yang disusun dari hasil survey
2)
Bangunan
Perencanaan
bangunan meliputi:
a)
Mengadakan
survei tentang keperluan bangunan
b)
Mengadakan
perhitungan luas bangunan
c)
Menyusun
rencana anggaran biaya
d)
Menyusun
tahapan rencana anggaran yang disesuaikan dengan rencana tahapan pelaksanaan
secara teknis, serta memperkirakan anggaran yang disediakan dengan
memperhatikan skala prioritas
Langkah-langkah dalam pengadaan barang
atau bahan kantor;
a.
Bagian
yang membutuhkan barang membuat surat permohonan atau daftar permintaan barang
ke bagian gudang
b.
Petugas
gudang memeriksa persediaan atau stok barang di gudang
c.
Surat
diserahkan ke bendahara. Kemudian, bendahara akan memeriksa kebutuhan
barang/bahan kantor
d.
Selanjutnya
meminta persetujuan kepada pimpinan/kepala
e.
Sebelum
barang diterima, barang tersebut diperiksa atau diuji (kuantitas dan
kualitasnya)
f.
Sesudah
dicatat barang-barang disimpa di gudang untuk didistribusikan ke unit yang
membutuhkan
2.
Penyimpanan
Adalah
kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang untuk menampung
hasil pengadaan barang/bahan kantor, baik berasal dari pembelian, instansi
lain, atau yang diperoleh dari bantuan
a. Tujuan penyimpanan barang/bahan kantor:
1)
Agar
barang tidak cepat rusak
2)
Agar
tidak terjadi kehilangan barang
3)
Agar
tersusun rapi sehingga mudah ditemukan apabila barang tersebut dicari
4)
Memudahkan
dalam pengawasan
5)
Memudahkan
dalam analisa
b. Sebelum penyimpanan dilakukan
sebaiknya memperhatikan:
1)
Persediaan
alat-alat pemeliharaan yang diperlukan
2)
Pergudangan
yang memenuhi syarat-syarat yang ditentuka
3)
Sifat
barang yang disimpan
4)
Sarana
penyimpanan dan pemeliharaan
5)
Prosedur
dan tata kerja
6)
Biaya
yang disediakan
7)
Tenaga
yang diperlukan
8)
Jangka
waktu penyimpanan
c. Cara penyimpanan barang/bahan kantor:
1)
Barang
disimpan berdasarkan klasifikasi (jenis, berat, merek dan satuan barang)
2)
Barang
disimpan dalam keadaan bersih
3)
Barang
disimpan dalam ruangan yang cukup ventilasi
4)
Barang
disimpan ditempat yang memadai
5)
Barang
disimpan rapi dengan kode yang telah ditentukan agar mudah dicari
6)
Barang
disimpan harus terhindar dari sengatan matahari atau siraman air
7)
Barang
disimpan harus di ruangan yang dapat dikunci
8)
Barang
yang disimpan harus sudah dihitung dan dicatat dalam buku persediaan
9)
Barang
yang biasanya dikeluarkan lebih cepat sebaiknya diletakkan di bagian terdepan
sebaliknya barang yang dikeluarkan lebih lama disimpan lebih dalam
3.
Pemeliharaan
Adalah
kegiatan terus menerus untuk mengusahakan agar barang/bahan kantor tetap dalam
keadaan baik atau siap untuk dipakai
Tujuan
pemeliharaan sarana dan prasarana kantor;
·
Agar
barang tidak mudah rusak karena hama/suhu/cuaca
·
Agar
barang tidak mudah hilang
·
Agar
barang tidak kadaluarsa
·
Agar
barang tidak mudah susut
·
Agar
sarana dan prasarana selalu dalam keadaan bersih
Kegiatan pemeliharaan sarana dan
prasarana dapat dilakukan dengan berbagai cara:
a. Pemeliharaan berdasarkan waktu
1)
Pemeliharaan
sehari-hari
2)
Pemeliharaan
berkala (menurut jangka waktu tertentu, seminggu sekali, sebulan sekali, dll)
b. Pemeliharaan berdasarkan jenis barang
1)
Pemeliharaan
barang bergerak: kendaraan bermoto, mesin kantor dan alat elektronik
2)
Pemeliharaan
barang tidak bergerak: membersihkan debu-debu yang menempel pada alat,
sebaiknya dilakukan setiap hari
Contoh kegiatan pemeliharaan sarana
dan prasarana:
·
Sediakan
kamper (kapur barus) untuk mencegah hama atau lakukan penyemprotan
·
Bersihkan
sarana dan prasarana agar bebas dari debu
·
Sediakan
alat pemadam kebakaran
·
Jangan
menyimpan bahan bakar
·
Pasang
pengumuman dilarang merokok
·
Gunakan
sarana dan prasarana sesuai SOP (Standard Operating Procedure)
·
Pisahkan
barang-barang yang rusak dan tidak rusak
·
Perbaiki
barang-barang yang rusak
·
Simpan
barang-barang dengan baik dan benar
·
Simpan
kembali barang yang telah digunakan pada tempat semula
·
Matikan
listrik dan AC sebelum pulang kera
·
Tutup
rapat laci dan lemari agar binatang kecil tidak mudah masuk
·
Tutup
jendela ruangan sebelum pulang kerja
4.
Inventarisasi
Tujuan
inventarisasi sarana dan prasarana;
·
Agar
peralatan tidak mudah hilang
·
Adanya
bukti secara tertulis terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga dapat
dipertanggungjawabkan
·
Memudahkan
dalam pengecekan barang
·
Memudahkan
dalam pengawasan
·
Memudahkan
ketika mengadakan kegiatan mutasi/penghapusan barang
Untuk memudahkan inventarisasi
diperlukan buku-buku atau format pencatatan
a. Buku induk inventaris
Adalah buku yang digunakan untuk
mencatat semua barang inventaris yang sudah/pernah dimiliki oleh suatu kantor.
b. Buku golongan barang inventaris
Adalah buku pembantu yang digunakan
untuk mencatat barang-barang inventaris menurut golongan yang telah ditentukan,
masing-masing berdasarkan klasifikasi kode barang yang telah ditentukan. Buku
ini digunakan untuk mencatat barang yang tidak habis pakai.
c. Buku catatan barang noninventaris
Adalah buku yang digunakan untuk
mencatat semua barang noninventari (barang yang belum diketahui statusnya) yang
dimiliki oleh suatu kantor.
5.
Laporan
sarana dan prasarana
Adalah
suatu kegiatan yang bertujuan untuk melaporkan keadaan sarana dan prasarana
kantor, baik persediaan, mutasi maupun keadaan fisik dari sarana dan prasarana
tersebut dalam periode waktu tertentu. Laporan ini biasanya dibuat dalam jangka
waktu tiga bulan, enam bulan atau satu tahun.
a. Fungsi adanya laporan sarana dan
prasarana
1)
Sebagai
bahan pertanggungjawaban
2)
Sebagai
pengendali persediaan
3)
Memberikan
informasi tentang barang yang tersedia dan mutasi barang
4)
Sebagai
dasar/bahan dalam pengambilan keputusan pimpinan
b. Dalam menyampaikan laporan secara
tertulis kepada pimpinan, sebaiknya dilampiri dengan beberapa bukti atau
catatan pendukung, diantaranya:
1)
Bukti
penerimaan barang
2)
Bukti
pembelian barang
3)
Bukti
pengeluaran barang
4)
Kartu
barang
5)
Kartu
persediaan
6)
Daftar
inventaris
7)
Daftar
rekapitulasi barang inventaris
c. Teknik pembuatan laporan dapat disusun
sebagai berikut;
1)
Memeriksa
barang
2)
Menghitung
persediaan barang awal tahun anggaran
3)
Menghitung
penerimaan dan pengadaan barang
4)
Menghitung
pengeluaran barang
5)
Menghitung
sisa persediaan
6)
Mencatat
mutasi barang
MODUL 5
MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN PERSONIL ADMINISTRASI PERKANTORAN
MENGIDENTIFIKASI PERSYARATAN PERSONIL ADMINISTRASI PERKANTORAN
A. Pengertian Personil Kantor
Menurut
KBBI, personil kantor adalah pegawai; anak buah; awak. Tentunya kita sering
mendengarnya dengan istilah karyawan.
1. Pegawai negeri: pegawai yang bekerja
pada instansi pemerintah dan digaji oleh pemerintah
2. Pegawai swasta: pegawai yang bekerja
pada perusahaan swasta/di luar instansi pemerintah dan digaji oleh perusahaan
swasta tersebut
3. Pegawai tetap: pegawai yang sudah
diangkat resmi memiliki status pegawai dengan gaji dan tunjangan tetap, baik
bekerja di instansi pemerintah maupun swasta
Jadi dapat disimpulkan bahwa personil
kantor adalah orang-orang atau karyawan/pegawai yang menjalankan atau melayani
pekerjaan-pekerjaan dalam suatu organisasi/kantor pemerintahan atau swasta
untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dengan mendapat imbalan jasa berupa gaji
dan tunjangan.
B. Macam-Macam Personil Kantor
1. Administrator atau petugas pelaksana
administrasi
Adalah orang yang menentukan
garis-garis besar kebijakan dan tujuan yang harus dijalankan oleh kantor
sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan
2. Manajer
Adalah orang yang memimpin pelaksanaan
kerja, menggerakan orang lain/para staf, mengelola dan mendayagunakan uang,
peralatan, sarana dan prasarana kantor untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan
3. Staf atau pembantu ahli
Adalah para tenaga ahli yang karena
kecakapan dan kemampuan dalam bidangnya, bertugas membantu administrator dan
manajer dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kantor
4. Worker atau pegawai/pekerja
Adalah para karyawan yang langsung
digerakan oleh manajer dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kantor
C. Tugas dan Tanggung Jawab Personil Kantor
Besar
kecilnya tugas dan tanggung jawab personil, tergantung jenis dan besarnya suatu
organisasi/kantor. Secara umum tugas dan tanggung jawab personil kantor sebagai
berikut;
1. Kepala kantor/pimpinan kantor/direktur
kantor, bertugas memantau dan bertanggung jawab terhadap kelancaran aktivitas
kantor secara keseluruhan
2. Administrasi bertugas mengelola urusan
rumah tangga kantor dan bertanggung jawab mencatat dan menyimpan semua warkat
atau surat keluar dan masuk
3. Bagian keuangan atau kasir,
bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan, mengatur arus kas keluar dan
kas masuk
4. Sekretaris, bertanggung jawab membuat
agenda dan jadwal kegiatan kerja pimpinan, juga untuk karyawan di bagian
lainnya, serta membuat surat keluar
5. Penerima tamu, bertanggung jawab atas
pelayanan terhadap tamu atau orang-orang yang mempunyai kepentingan terhadap
kantor
D. Perangkat Kerja Personil Kantor
Umumnya
perangkat kerja yang dibutuhkan berupa meja/kursi kerja, lemari arsip/filing
cabinet, alat tulis, kertas tulis, komputer, mesin tik, pesawat telepon, dan
lain sebagainya.
Perangkat
kerja yang dibutuhkan dalam membantu proses tugas-tugas admistrasi adalah
komputer. Berikut beberapa kemudahan penggunaan komputer;
1. Dengan microsoft word tidak perlu lagi
repot-repot berulang kali mengetik surat
2. Aplikasi spreedsheet pada microsoft
exceel dapat memudahkan pengerjaan laporan keuangan
3. Aplikasi data base
4. Alat scanner
5. Lokal area networking
6. Email
E. Tahapan-Tahapan Pengadaan Personil Kantor
1. Analisis jabatan
Menurut KBBI, adalah penyelidikan
terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan) untuk mengetahui keadaan yang
sebenarnya (sebab musabab, duduk perkara
Manfaat analisa jabatan adalah untuk
memberikan informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan uraian pekerjaan
(job description), spesifikasi pekerjaan (job specification), dan evaluasi
pekerjaa (job evaluation)
Analisis jabatan berguna untuk:
a.
Perekrutan
dan seleksi karyawan
b.
Kompensasi
gaji karyawan
c.
Evaluasi
jabatan
d.
Penilaian
prestasi kerja karyawan
e.
Pelatihan
(training)
f.
Promosi
dan pemindahan karyawan
g.
Organisasi
h.
Memperkaya
pekerjaan
i.
Penyederhanaan
pekerjaan
j.
Penempatan
karyawan
2. Rekrutmen
Menurut KBBI, rekrutmen adalah
pengerahan, masalah tenaga kerja. Rekrutmen adalah proses usaha untuk mencari
dan mempengaruhi tenaga kerja agar mau melamar untuk lowongan kerja yang ada
dalam suatu perusahaan atau instansi, baik instansi swasta maupun pemerintah.
a.
Penentuan
dasar rekrutmen
Rekrutmen
harus berpedoman pada spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan unuk mengisi
jabatan tersebut. Spesifikasi harus diuraikan secara jelas agar pelamar
mengetahui kualifikasi apa saja yang dibutuhkan.
b.
Penentuan
sumber-sumber rekrutmen
1)
Sumber
internal
Adalah
tenaga kerja atau karyawan yang akan mengisi suatu lowongan kerja diambil dari
dalam perusahaan tersebut, dengan cara mutasi atau pemindahan karyawan yang
memenui spesifikasi ke suatu bagian tertentu yang kosong atau untuk mengisi
tugas baru
Keunggulan
sumber internal:
a)
Meningkatkan
kinerja dan kedisiplinan karyawan, karena terdapat peluang untuk promosi
b)
Loyalitas
karyawan menjadi besar/tinggi terhadap perusahaan
c)
Biaya
rekrutmen dapat ditekan, karena tidak perlu biaya untuk iklan
d)
Waktu
perekrutan relatif singkat
Kelemahan sumber internal:
a)
Kurang
membuka kesempatan untuk angkatan kerja baru yang berada di luar perusahaan
b)
Kurang
ada wibawa bagi karyawan yang dimutasikan
2)
Sumber
eksternal
Adalah
tenaga kerja atau karyawan yang akan mengisi mengisi kerja yang diambil dari
luar perusahaan, antara lain sebagai berikut:
a)
Pelamar
datang sendiri
b)
Kantor
dinas tenaga kerja
c)
Lembaga-lembaga
pendidikan
d)
Pemuatan
iklan/advertising
e)
Referensi
seseorang/rekanan karyawan
f)
Mengambil
dari perusahaan lain
g)
Nepotisme
Keunggulan sumber eksternal
a)
Kewibawaan
karyawan yang diterima relatif baik
b)
Kemungkinan
akan membawa sistem kerja baru
Kelemahan sumber eksternal
a)
Kurang
ada kesempatan bagi karyawan untuk promosi
b)
Biaya
rekrutmen relatif besar karena ada biaya iklan dan biaya tahapan seleksi
c)
Waktu
rekrutmen akan lama
d)
Loyalitas
terhadap perusahaan belum bisa diketahui
c.
Metode-metode
rekrutmen
1)
Metode
tertutup
Yaitu
pelaksanaan rekrutmen di kalangan terbatas, hanya untuk karyawan atau
orang-orang tertentu saja, sehingga lamaran yang masuk tidak banyak, dengan
demikian akan sulit memperoleh karyawan yang baik
2)
Metode
terbuka
Yaitu
pelaksanaan rekrutmen yang diumumkan melalui iklan di media massa.
Kendala-kendala rekrutmen
1)
Kebijakan
perusahaan. Biasanya menyangkut gaji
2)
Persyaratan
jabatan. Semakin banyak persyaratan yang dipenuhi semakin sedikit minat.
3)
Soliditas
perusahaan. Besar kecilnya perusahaan dan soliditasnya
4)
Metode
pelaksanaan rekrutmen. Sistem terbuka dan tertutup mempengaruhi minat pelamar
5)
Kondisi
pasar tenaga kerja. Tinggi rendahnya tingkat penawaran tenaga kerja
6)
Kondisi
lingkungan eksternal. Kondisi perekonomian dan banyak pesaing
3. Seleksi
Menurut KBBI, seleksi adalah pemilihan
(untuk mendapatkan yang terbaik); metode prosedur yang dipakai oleh bagian
personalia ketika memilih orang untuk mengisi lowongan pekerjaan
Dalam melakukan seleksi harus
memperhatikan hal-hal berikut:
·
Seleksi
harus efisien dan efektif
·
Harus
memperhatikan peraturan-peraturan pemerintah yang berlaku
·
Petugas
seleksi harus cerdas dan jujur
·
Pengertian
“orang yang tepat pada tempat yang tepat” harus diperhatikan dan diartikan
secara dinamis
a.
Proses
seleksi
Penyaring
pelamar
Tes
Wawancara
awal
Evaluasi latar
belakang dan referensi
Wawancara
mendalam
Tes
kesehatan/fisik
Pengambilan
keputusan
b.
Langkah-langkah
seleksi personil kantor
1)
Seleksi
administratif
Biasanya
dilihat dari kebenaran informasi surat lamaran
2)
Penarikan
tenaga kerja
3)
Klasifikasi
jabatan
4)
Tes
dan wawancara
a)
Tes
Tujuan
diadakan tes Ã
untuk mengetahui tingkat kepandaian, kecakapan dan kepribadian pelamar/calon
karyawan
Tes
terdiri dari sebagai berikut:
·
Tes
individuà tes
kemampuan yang dilakukan secara perorangan, biasa dilakukan dengan praktik
·
Tes
kelompokà tes
kemampuan yang dilakukan secara bersama, biasa dilakukan dengan praktek atau
tertulis
·
Tes
intelegensià tes
untuk mengetahui tingkat kecerdasan
·
Tes
minatà tes
untuk mengetahui minat pelamar
·
Tes
kepribadianà untuk
mengetahui kepribadian pelamar
·
Tes
bakatà untuk
mengukur bakat pelamar
·
Tes
kesehatanà tes
untuk mengetahui kesehatan pelamar
b)
Wawancara
Tujuan
wawancara:
·
Memastikan
bahwa pelamar benar-benar berminat untuk bekerja
·
Memastikan
kebenaran data tertulis pelamar
·
Memastikan
pelamar yang dipilih adalah orang yang tepat
·
Memberikan
informasi kepada pelamar tentang perusahaan
·
Ajang
promosi bagi perusahaan
Umumnya ada dua jenis wawancara
·
Wawancara
subjektif
Dalam
wawancara ini terkadang masih terjadi unsur subjektivitas. Walau bagaimanapun
pewawancara juga manusia biasa, kadang pewawancara cenderung melihat hal-hal
negatif pada diri pelamar, ada rasa suka tidak suka, sehingga wawancara tidak
berjalan secara objektif.
·
Wawancara
objektif
Agar
wawancara berlangsung secara objektif, harus memperhatikan hal-hal berikut:
-
Pewawancara
bersikap netral, tidak berpihak pada salah satu pelamar, tidak membedakan suku
bangsa dan agama pelamar.
-
Pewawancara
adalah seorang ahli dan mempunyai pengetahuan umum yang baik serta pengetahuan
yang luas tentang perusahaan.
-
Pewawancara
sebaiknya menyimak dengan baik setiap jawaban pelamar dan tidak bersikap acuh
tak acuh
-
Pewawancara
sebaiknya mencatat semua hasil wawancara secara singkat, jelas dan sistematis.
-
Tempat
wawancara sebaiknya di ruang tertutup dan diusahakan menciptakan suasana
bersahabat, sehingga diharapkan pelamar bisa bebas mengemukakan pendapatnya.
5)
Penempatan
personil kantor
Apabila
proses seleksi telah selesai, pelamar yang diterima ditempatkan di suatu bagian
tertentu.
Penempatan
tidak hanya berlaku bagi karyawan baru tetapi berlaku pula bagi karyawan lama
yang mengalami mutasi.
c.
Tujuan
seleksi
Untuk
memperoleh karyawan yang:
1)
Qualified
dan profesional
2)
Jujur
dan disiplin
3)
Inovatif
dan bertanggung jawab
4)
Cakap
dengan penempatan yang tepat
5)
Kreatif
dan dinamis
6)
Berdedikasi
tinggi
7)
Memenuhi
syarat Undang-undang perburuhan
8)
Dapat
bekerja sama
9)
Dapat
bekerja mandiri
10) Mudah berkembang
11) Mempunyai budaya dan perilaku malu
d.
Cara-cara
seleksi
1)
Nonilmiah
Yaitu
seleksi yang dilakukan tidak berdasarkan kepada standar-standar kriteria atau
spesifikasi kebutuhan akan pekerjaan atau jabatan, tetapi hanya didasarkan
kepada perkiraan atau berdasarkan pengalaman saja.
Unsur-unsur
yang diseleksi:
a)
Surat
lamaran bermaterai atau tidak
b)
Ijazah
terakhir sekolah formal dan ijazah dari kursus-kursus
c)
Surat
keterangan pengalaman pekerjaan
d)
Surat
referensi dari seseorang atau instansi sebagai bahan pertimbangan
e)
Wawancara
tatap muka/langsung
f)
Penampilan
secara fisik si pelamar (appearance)
g)
Garis
keturunan si pelamar
h)
Bentuk
tulisan si pelamar
2)
Ilmiah
Yaitu
seleksi yang didasarkan kepada job specification akan kebutuhan pekerjaan dan
jabatan yang harus segera diisi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
Unsur-unsur
seleksi ilmiah:
a)
Berorientasi
kepada kebutuhan nyata karyawan baru
b)
Berorientasi
kepada prestasi kerja
c)
Berpedoman
pada metode kerja yang jelas dan sistematis
d)
Berdasarkan
pada job analysis dan ilmu sosial lainnya
e)
Berpedoman
pada undang-undang perburuhan
e.
Kualifikasi
seleksi
Kualifikasi
dasar seleksi biasanya meliputi:
1)
Umur
2)
Keahlian
3)
Pendidikan
4)
Kesehatan
fisik
5)
Jenis
kelamin
6)
Bakat
7)
Tampang/wajah
8)
Karakter
9)
Pengalaman
kerja
10) Kejujuran
11) Kerja sama
12) Kedisiplinan
13) Inisiatif dan kreatif
f.
Tingkatan
seleksi
Ada
3, yaitu:
1)
Seleksi
tingkat pertama: mencakup semua tahapan seleksi sejak pembuatan surat lamaran
sampai pelamar dinyatakan diterima
2)
Seleksi
tingkat kedua: dilakukan pada karyawan dengan status masa percobaan, lama masa
percobaan sekitar 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun
3)
Seleksi
tingkat ketiga: dengan mengikuti tahapan pra jabatan, kemudian mereka akan
dipromosikan menjadi karyawan tetap.
Secara umum langkah-langkah pengadaan
personil kantor:
1)
Menetapkan
perencanaan kepegawaian
2)
Menentukan
penarikan karyawan dari sumber-suber tenaga kerja, baik intern maupun ekstern
3)
Membuat
iklan lowongan kerja
4)
Menerima
surat lamaran dari calon tenaga kerja
5)
Mengadakan
seleksi atau penyaringan administratif
6)
Menentukan
diterima atau tidaknya lamaran kerja yang masuk
7)
Menyiapkan
segala perangkat seleksi ( seperti soal-soal, pedoman penilaian maupun standar
kelulusan)
8)
Melakukan
pemanggilan bagi calon karyawan yang memenuhi syarat untuk mengikuti tes/ujian
9)
Mengadakan
seleksi karyawan, berupa tes lisan, tertulis, intelegensi, psikotes dan tes
kesehatan jasmani.
10) Memeriksa hasil tes dan menentukan
rangking serta jumlah calon yang lulus.
11) Memanggil calon karyawan yang lulus
untuk mengikuti masa percobaan.
12) Mengangangkat karyawan dengan surat
keputusan, dalam status masa percobaan.
13) Calon karyawan mengikuti orientasi
masa percobaan
14) Melakukan penilaian selama calon
karyawan mengikuti masa orientasi
15) Menentukan lulus tidaknya masa
orientasi
16) Membuat surat keputusan pengangkatan
karyawan berstatus karyawan tetap
17) Menempatkan karyawan pada jenjang
jabatan tertentu dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab sebagai karyawan
tetap
18) Melakukan pembinaan dan pemeliharaan
terhadap karyawan, agar para karyawan berkembang dan dapat bertahan bekerja
F. Syarat-syarat personil kantor
1. Persyaratan pengetahuan
Biasanya diukur dengan tingkat
pendidikan formal
2. Persyaratan ketrampilan
Menurut The Liang Gie, dalam buku
administrasi perkantoran modern, seorang personil kantor dinyatakan terampil
bekerja, apabila karyawan administrasi tersebut telah mampu dengan baik
melaksanakan tugas-tugas pelayanan yang mencakup enam pola kegiatan:
a.
Menghimpun
b.
Mencatat
c.
Mengolah
d.
Menggandakan
e.
Mengirim
f.
menyimpan
3. Persyaratan kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan watak
dan sifat seseorang.ciri-ciri yang menyangku kepribadian:
·
Cara
berbicara dan cara berjalan
·
Sikap
badan pada saat duduk
·
Sikap
luwes dan cara berbusana yang serasi disesuaikan dengan waktu dan acaranya
·
Sifat
bersih dan rapi
·
Sifat
yang berkaitan dengan menjaga kesehatan diri
·
Sifat
yang berkaitan dengan kemampuan dari ketrampilan dalam bekerja
·
Sifat
agamis yang berkaitan dengan segi kerohanian
Syarat kepribadian yang diperlukan
seorang personil kantor:
a.
Loyalitas
(kesetiaan terhadap perusahaan) sehingga tercipta “sense of belonging” atau
rasa memiliki dan saling menjaga
b.
Tekun
dan rajin
c.
Kesabaran
d.
Kerapian
e.
Dapat
menyimpan rahasia
G. Pelatihan dan pengembangan Personil Kantor
1. Pengertian pelatihan dan pengembangan
a.
Menurut
KBBI, pelatihan adalah proses, cara, perbuatan melatih.
b.
Adalah
suatu kegiatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan personil
karyawan kantor untuk melaksanakan pekerjaan tertentu
c.
Adalah
kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan/instansi pemerintah atau swasta yang
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan mental
personil kantor.
d.
Menurut
intruksi presiden no. 15 tahun 1974 pelatihan adalah bagian pendidikan yang
menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ketrampilan di luar
sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu relatif singkat dengan metode yang
lebih mengutamakan praktik daripada teori.
Dari beberapa pendapat di atas dapat
disimpulkan bawah pelatihan adalah kegiatan peningkatan kemampuan dan
keterampilan teknis karyawan untuk melaksanakan pekerjaan.
Menurut Wexley dan Yukl dalam buku
Perilaku organisasi dan psikologi personali, pengembangan adalah peningkatan
kemampuan dalam pengambilan keputusan dan memperluas hubungan manusia (human
relation) bagi karyawan tingkat menengah dan atas.
2. Manfaat pelatihan
Untuk meningkatkan kualitas
pengetahuan, bakat, dan ketrampila para personil kanor baik yang lama maupun
yang baru. Manfaat pelatihan lainnya:
a.
Dapat
meningkatkan kinerja personil/karyawan kantor
b.
Karyawan
dapat berkembang dengan lebih cepat
c.
Memperbaiki
cara kerja karyawan, sehingga dapat menyesuaikan dengan perkembangan organisasi
d.
Karyawan
akan mampu bekerja dan melaksanakan tugas dengan baik, efisien dan efektif
e.
Karyawan
diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi diri
f.
Diharapkan
mampu meningkatkan etos kerja karyawan dan meningkatkan produktivitas
3.
Jenis
dan tujuan pelatihan
a.
Supervisory
training
Adalah
pelatihan yang bertujuan membantu perusahaan untuk membimbing para karyawan,
dimana para peserta pelatihan ditugaskan sebagai instruktur untuk melatih
karyawan
b.
Administrative
training
Adalah
pelatihan yang bertujuan memberikan pengetahuan tentang bagaimana mempraktikkan
teknik-teknik kerja yang berhubungan dengan pekerjaan kantor
c.
Office
method training
Adalah
pelatihan yang bertujuan melatih karyawan tentang bagaimana cara-cara melakukan
pekerjaan rutin, khususnya bidang kesekretariatan
d.
Refreshing
training
Adalah
pelatihan yang bertujuan melatih karyawan tentang pekerjaan yang sudah dimiliki
oleh karyawan sebelumnya
Tujuan pelatihan:
1)
Meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan karyawan
2)
Mengembangkan
keahlian karyawan agar dapat bekerja secara efisien dan efektif
3)
Mengubah
dan membentuk sikap karyawan
4)
Mengembangkan
semangat, kesenangan, dan kemauan kerja karyawan
5)
Memudahkan
pengawasan terhadap karyawan
4.
Prinsip-prinsip
pelatihan
a.
Prinsip
perbedaan individu (setiap individu memiliki kemampuan, tingkat pendidikan,
minat dan pengalaman
b.
Prinsip
pengembangan karyawan
5.
Komponen
pelatihan dan pengembangan
a.
Sasaran
dan tujuan pelatihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan sasaran dan
tujuan yang akan dicapai
b.
Materi
pelatihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan kemampuan peserta pelatihan
c.
Metode
pelatihan harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan
d.
Para
pelatih (trainers) harus memiliki kualifikasi yang memenuhi syarat
6.
Prinsip-prinsip
perencanaan pelatihan dan pengembangan
Mc. Gehee (1979), merumuskan
prinsip-prinsip pelatihan dan pengembangan sebagai berikut:
a.
Materi
harus diberikan secara sistematis dan bertahap
b.
Tahapan-tahapan
tersebut harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai.
c.
Trainers/
pelatih harus mampu memotivasi dan menyebarkan respon yang berhubungan dengan
serangkaian materi pelajaran
d.
Adanya
penguat untuk membangkitkan respon positif dari peserta
e.
Menggunakan
konsep shaping (pembentukan) perilaku
7.
Tahapan-tahapan
penyusunan pelatihan dan pengembangan
a.
Menetapkan
sasaran dan tujuan pelatihan dan pengembangan
b.
Mengidentifikasi
kebutuhan pelatihan dan pengembangan
c.
Menetapkan
metode pelatihan dan pengembangan
d.
Menetapkan
kriteria keberhasilan beserta alat ukurnya
e.
Melakukan
percobaan (try out) dan melakukan revisi
f.
Mengevaluasi
hasil pelatihan dan pengembangan
8.
Tujuan
pelatihan dan pengembangan
a.
Meningkatkan
produktivitas dan kualitas kerja
b.
Meningkatkan
ketetapan sumber daya manusia
c.
Meningkatkan
sikap moral dan semangat kerja
d.
Meningkatkan
rangsangan agar karyawan dapat berprestasi maksimal
e.
Meningkatkan
penghayatan jiwa dan ideologi
f.
Meningkatkan
kesehatan dan keselamatan kerja
g.
Meningkatkan
perkembangan karyawan
h.
Menghindarkan
keusangan
9.
Faktor-faktor
yang harus diperhatikan dalam pelatihan dan pengembangan
a.
Perbedaan
masing-masing karyawan
b.
Hubungan
dengan analisis jabatan
c.
Motivasi
d.
Partisipasi
aktif
e.
Seleksi
peserta pelatihan
f.
Metode
pelatihan dan pengembangan
10. Kebutuhan pelatihan dan pengembangan
Ernest J. Mc. Cormick dalam buku
industri dan organisasi psikologi, kebutuhan terhadap program pelatihan dan
pengembangan adalah bawah organisasi/perusahaan perlu melibatkan sumber daya
(karyawannya) pada aktivitas pelatihan.
H. Mutasi Personil Kantor
1. Pengertian mutasi
Menurut KBBI, mutasi adalah pemindahan
karyawan dari satu jabatan ke jabatan lain. Mutasi dapat dilakukan secara
horizontal (rotasi kerja/transfer) ataupun vertikal (promosi dan demosi)
Mutasi dilakukan karena:
a.
Atas
keinginan perusahaan
Alasannya:
1)
Perusahaan
tengah melakukan upaya untuk menjamin kelangsungan pekerjaan karyawan tersebut
dan ingin menunjukkan bahwa karyawan tersebut dimutasi bukan karena hukuman
2)
Perusahaan
ingin meyakinkan bawah karyawan tidak diberhentikan
3)
Dilakukan
untuk penyegaran suasana kerja
b.
Atas
keinginan sendiri
Alasan
mutasi:
1)
Karyawan
merasa sudah tidak sesuai lagi dengan keinginan dan kondisi fisiknya
2)
Karyawan
yang bersangkutan merasa tidak bisa bekerja sama lagi dengan teman sekerjanya
atau bahkan dengan atasannya
2. Cara mutasi
a.
Horizontal
(rotasi kerja/mutasi biasa)
Adalah
pemindahan karyawan dari satu posisi / jabatan / tempat / pekerjaan ke posisi /
jabatan / tempat / pekerjaan yang lain yang setara tanpa diikuti dengan
kenaikan atau penurunan jabatan.
Manfaat
rotasi/mutasi biasa:
1)
Untuk
memenuhi kekurangan karyawan di bagian lain, sehingga tidak perlu mengambil
tenaga kerja dari luar.
2)
Untuk
memenuhi keinginan karyawan, disesuaikan dengan minat, keahlian, dan bidang
tugas dan kemampuannya
3)
Untuk
mengatasi rasa jenuh dan bosan karyawan terhadap pekerjaan, jabatan dan suasana
tempat kerja
4)
Untuk
memberikan motivasi kepada karyawan dalam mengembangkan kemampuannya
b.
Vertikal
(promosi dan demosi)
1)
Promosi
a)
Pengertian
promosi
Adalah
pemindahan karyawan dari satu jabatan ke jabatan lain yang lebih tinggi disertai
dengan wewenang dan tanggung jawa yang lebih besar.
Promosi
dapat juga diartikan sebagai:
·
Promosi
adalah perubahan dalam kekuasaan, derajat, dan pangkat
·
Promosi
adalah perubahan jabatan lama ke jabatan baru yang lebih tinggi tanggung jawab
dan kekuasaannya
·
Promosi
adalah kenaikan pangkat/jabatan/ yang disertai dengan kekuasaan dan tanggung
jawab yang lebih besar daripada kekuasaan dan tanggung jawab sebelumnya
·
Promosi
adalah kemajuan seorang karyawan dalam melaksanakan tugas, sehingga diberi
tugas dan tanggung jawab yang lebih besar lagi dengan gaji yang lebih besar
pula.
b)
Manfaat
promosi
·
Untuk
meningkatkan semangat dan gairah kerja karyawan
·
Untuk
menciptakan persaingan yang sehat antar karyawan dalam melaksanakan tugas
pekerjaan
·
Untuk
membina jenjang karir karyawan
·
Untuk
mengembangkan kemampuan karyawan
·
Untuk
mengisi formasi jabatan tertentu dengan memanfaatkan sumber daya manusia dari
dalam/internal perusahaan
·
Sebagai
jaminan bagi karyawan, bahwa setiap karyawan akan diberi kesempatan untuk maju
c)
Syarat-syarat
promosi
·
Ada
formasi/lowongan jabatan, biasanya karena ada karyawan yang mengundurkan diri,
pindah, pensiun, atau meninggal dunia
·
Karyawan
yang bersangkutan sudah memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam analisis
jabatan
·
Karyawan
tersebut telah lulus seleksi
·
Karyawan
mempunyai kemampuan/kecakapan untuk mengisi posisi/jabatan tersebut
·
Promosi
harus dilakukan berdasarkan metode penilaian objektif
·
Kebijakan
pelaksanaan program promosi harus terbuka dan disampaikan kepada seluruh
karyawan
d)
Evaluasi
promosi
Evaluasi
dilakukan dengan membuat kuesioner (daftar pertanyaan) dan menjawabnya. Hal-hal
yang perlu di evaluasi:
·
Apakah
promosi juga diikuti kenaikan pangkat/jabatan?
·
Apakah
promosi dibatasi hanya pada bagian yang ada lowongan jabatan atau pada lowongan
jabatan di semua bagian?
·
Bagian/bidang
apa saja yang akan menjadi persaingan?
·
Apakah
promosi diperuntukkan bagi karyawan di bagian tertentu ssaja, atau di
bagian-bagian lain dalam suatu perusahaan?
·
Apakah
karyawan di luar perusahaan diperkenankan ikut bersaing dalam promosi jabatan?
·
Bagaimana
sistem penilaian untuk menentukan kemampuan karyawan yang berhak mendapatkan
promosi?
e)
Senioritas
dalam promosi
Adalah
kenaikan jabatan atau promosi yang diberikan atas dasar masa kerja karyawan.
Artinya dalam pelaksanaan promosi, masa kerja atau lamanya karyawan bekerja
lebih diutamakan atau karyawan yang telah lama bekerja mendapat prioritas utama
dalam memperoleh promosi jabatan.
Sistem
senioritas ini bertujuan agar karyawan tidak pindah dan tetap bekerja pada
suatu perusahaan
f)
Mempersiapkan
calon yang akan dipromosikan
Sebelum
promosi jabatan, sebaiknya pihak manajemen mempersiapkan terlebih dahulu dengan
melakukan pengaderan karyawan, karena melalui pengaderan:
·
Karyawan
diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri dalam hal kemampuan, kecakapan
maupun mental dengan sebaik-baiknya
·
Diharapkan
dapat membentuk watak dan sikap karyawan, sebelum karyawan tersebut menduduki
jabatan yang baru
·
Dapat
menciptakan loyalitas yang tinggi, disiplin, dan semangat kerja bagi karyawan
yang akan dipromosikan
·
Diharapkan
karyawan yang dipromosikan dapat meraih keberhasilan dalam melaksanakan
tugasnya
g)
Pengaruh-pengaruh
dalam melaksanakan promosi
·
Berpengaruh
positif, apabila dilaksanakan secara objektif melalui persaingan yang sehat.
·
Berpengaruh
negatif, apabila dilakukan secara tidak objektif, sehingga mengakibatkan
hal-hal berikut:
-
Pertentangan
antarsesama karyawan
-
Pertentangan
antara atasan dan bawahan
-
Sikap
saling curiga antar karyawan dan antara atasan dan bawahan sehingga suasana
kerja tidak harmonis lagi
-
Rendahnya
semangat kerja, disiplin, dan loyalitas karyawan
Terdapat karyawan yang ambisius dalam
mengejar jabatan, sehingga karyawan tersebut menghalalkan segala cara
2)
Demosi
Adalah
pemindahan karyawan dari satu jabatan ke jabatan lain yang lebih rendah dalam
suatu organisasi, sehingga wewenang, tanggung jawab, pendapatan, dan statusnya
pun tidak lebih rendah. Hal ini terjadi karena karyawan tidak mampu
melaksanakan pekerjaan
Penurunan
terjadi karena beberapa hal, antara lain:
a.
Karyawan
melakukan tindakan yang merugikan perusahaan, sehingga perlu diberikan hukuman
b.
Membangkang,
contoh: menolak jabatan baru, ingin tetap di jabatan lama. Terjadi karena
jabatan baru tidak cocok(misal: secara fisik tidak sanggup, beban tanggung
jawab terlalu besar, atau gaji tidak sesuai)
c.
Perusahaan
tengah mengalami krisi keuangan sehingga perusahaan melakukan reorganisasi atau
perampingan karyawan, untuk penghematan, beberapa karyawan diberi jabatan lebih
rendah
d.
Pengaruh
dari keadaan pasar tenaga kerja, dimana supply (penawaran) melebihi demand
(permintaan)
e.
Karyawan
tidak mampu mengerjakan tugas dan pekerjaannya.
3. Macam-macam mutasi
a.
Ditinjau
dari tempat kerja karyawan
1)
Mutasi
antarurusan
2)
Mutasi
antarseksi
3)
Mutasi
antarbagian
4)
Mutasi
antarbiro
5)
Mutasi
antarinstansi
b.
Ditinjau
dari tujuan dan maksud mutasi
1)
Production
transfer, yaitu mutasi pada jabatan yang sama, karena produksi di tempat yang
lama menurun
2)
Replacement
transfer, yaitu mutasi dari jabatan yang sudah lama dipegang ke jabatan yang
sama di bagian lain, untuk menggantikan karyawan yang belum lama bekerja atau
karyawan yang diberhentikan
3)
Versatility
transfer, yaitu mutasi dari jabatan yang satu ke jabatan lain untuk menambah
pengetahuan karyawan yang bersangkutan
4)
Shift
transfer, yaitu mutasi dalam jabatan yang sama. Misalnya, shift A (malam)
pindah ke shift B (pagi)
5)
Remedial
transfer, yaitu mutasi karyawan ke bagian mana saja untuk memupuk dan
memperbaiki kerja sama antarkaryawan
c.
Ditinjau
dari masa kerja karyawan
1)
Temporary
transfer, yaitu mutasi yang bersifat sementara untuk mengganti karyawan yang
cuti atau berhalangan
2)
Permanent
transfer, yaitu mutasi yang bersifat tetap
I. Pemberhentian Personil Kantor
1. Penyebab terjadinya pemutusan hubungan
kerja
a.
Pemberhentian
atas kehendak perusahaan
Karena
karyawan tersebut melakukan kesalahan fatal (misal: korupsi/tindak pidana
penipuan)
b.
Dalam
rangka melaksanakan perampingan/pengurangan karyawan (karena perusahaan
mengalami kerugian terus menerus)
c.
Karena
permintaan sendiri/inisiatif sendiri
d.
Karena
sudah mencapai usia pensiun
e.
Karena
sakit, sehingga tidak dapat melaksanakan tugas lagi
f.
Tidak
cakap jasmani dan rohani
g.
Melakukan
pelanggaran peraturan disiplin karyawan
h.
Meninggal
dunia
i.
Terkena
wajib militer
j.
Tersangkut
partai terlarang
Tingkatan pemberhentian dari pihak
perusahaan ada dua macam:
1.
pemberhentian dengan hormat (misal:pensiun)
2.
pemberhentian dengan tidak hormat (misal: karena kesalahan fatal)
2. Hak dan kewajiban personil kantor yang
diberhentikan
Pemberhentian karyawan swasta dikenal
istilah PHK, pemberhentian karyawan negeri, dikenal istilah pensiun, akan
menimbulkan hak bagi karyawandan kewajiban bagi perusahaan/instansi.
Diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga
Kerja No. PRE-04/MEN/1986, yaitu:
a.
Uang
pesangon
1)
Masa
kerja kurang dari 1 tahun: 1 bulan upah bruto/kotor
2)
1
tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun: 2 bulan upah bruto
3)
2
tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun: 3 bulan upah bruto
4)
3
tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun: 4 bulan upah bruto
5)
4
tahun atau lebih: 5 bulan upah bruto
Untuk pensiun pegawai negeri ditetapkan
sebagai berikut
1)
Apabila
yang bersangkutan masih hidup, pembayarannya sebesar 75% dari gaji pokok
2)
Untuk
istri atau suami yang ditinggal sebesar 40% x 75% dari gaji pokok
3)
Untuk
anak yang ditinggal, sebesar 255 x 75% dari gaji pokok
b.
Uang
jasa
1)
Masa
kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 10 tahun adalah 2 bulan upah bruto
2)
Masa
kerja 10 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun adalah 3 bulan upah bruto
3)
Masa
kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 20 tahun adalah 4 bulan upah bruto
4)
Masa
kerja 20 tahun atau lebih tetapi kurang dari 25 tahun adalah 5 bulan upah bruto
5)
Masa
kerja 25 tahun atau lebih adalah 6 bulan upah bruto
c.
Uang
ganti rugi
1)
Menurut
pasal 10 ayat 4 UU No. 24 tahun 1969, ketentuan pemberian uang ganti rugi
adalah “kepada tenaga kerja yang mendapat kecelakaan dan atau menderita
penyakit akibat pekerjaan, berhak atas ganti rugi perawatan dan rehabilitasi”.
Dalam
hal ini seorang tenaga kerja meninggal dunia akibat kecelakaan atau penyakit
akibat pekerjaan, ahli warisna berhak menerima ganti rugi dan besar kecilnya
ganti kerugian diatur oleh undang-undang
2)
Menurut
UU kecelakaan tahun 1951:
a)
Sementara
tidak mampu bekerja, uang tunjangan besarnya sama degan upa tiap ari, terhitung
mulai pada hari buruh tidak menerima upah lagi, baik penuh maupun sebagian
dibayar paling lambat 120 hari. Jikalau lewat 120 hari buruh itu belum mampu
bekerja, maka uang tersebut menjadi 50% dari upah sehari untuk tiap-tiap hari
dan dibayar selama buruh tidak mampu bekerja
b)
Tidak
mampu bekerja selama-lamanya, sebagian uang tunjangan, karena itu ditetapkan
sekian % dari upah sehari untuk tiap-tiap hari
Endang R,
Mulyani, dkk. 2010. Modul Memahami Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Administrasi
Perkantoran. Jakarta: Erlangga