A.
MATERI
1.
Pengertian Presentasi
a.
Pengantar
Banyak orang mengatakan bahwa berbicara
dimuka umum itu lebih sulit daripada bercengkerama dengan kawan sekeliling. Hal
ini dikarenakan banyak faktor yang membuat seolah-olah berbicara di muka umum
sangatlah sulit. Untuk mempermudahnya ikutilah beberapa tips di bawah ini. Bagi
para pemula yang akan melakukan sebuah presentasi diharapkan kesulitan
berbicara dalam presentasi menjadi lebih ringan.
Banyak orang yang sebenarnya materinya sangat menarik,
tapi cara mempresentasikan idenya membuat orang malas mengikuti. Ada yang
presentasi sambil membaca teks, ada yang terlalu banyak memakai animasi power
point yang tidak perlu (huruf loncat-loncat, bendera berkibar-kibar), ada juga
yang presentasi seperti membaca hafalan tanpa sekalipun eye-contact dengan
pendengar. Sebaliknya, ada juga presentasi yang disajikan amat menarik,
efektif, mampu berkomunikasi dengan audience, kadang diselingi humor, sehingga
mampu meraih perhatian pendengarnya.
Cara yang mudah untuk menilai presentasi kita adalah
dari pertanyaan yang diajukan. Presentasi yang menarik, akan memancing
banyaknya pertanyaan dan komentar dari pendengar, walau komentar yang bersifat
kontra/serangan balik sekalipun. Sebaliknya, kalau tidak ada pertanyaan sama
sekali dari pendengar, berarti presentasi kita gagal, penelitian kita tidak
menarik, atau membosankan (pendengar mungkin ingin agar sesi kita cepat selesai
untuk beralih ke pembicara berikutnya).
2.
Tujuh Langkah Presentasi Efektif
Point
1 : Untuk meyakinkan pendengar, jangan memilih cara inkonvensional (tidak
lazim), tapi sampaikan presentasi yang “berisi” agar bisa difahami oleh
pendengar.
Hal
yang sangat penting dalam memberikan presentasi, adalah kemampuan persuasi dari
materi yang disajikan. Hindarkanlah memakai trik atau cara inkonvensional yang
kurang perlu, agar tidak mengurangi reliability dari materi yang disampaikan.
Jika pendengar presentasi anda terdiri dari para ekspert, presentasi yang
bersifat “menyerang”, “straight”, “smash” lebih efektif. Sebalikya, jika cara
presentasi anda terlalu bertele-tele, berakibat menurunnya konsentrasi ekspert
pendengar yang berusaha memahami penelitian anda. Untuk meningkatkan
reliability, tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan mutu dari materi yang
dipresentasikan. Untuk itu, sebelum melakukan presentasi, diperlukan kerja
keras untuk memilih, merangkai materi yang akan disajikan.
Salah
satu cara yang sering ditempuh, adalah memberikan penekanan pada isi yang
dianggap penting. Misalnya mengatakan “Temuan yang paling penting dalam
penelitian ini adalah ….”, selanjutnya diikuti dengan penjelasan bagian yang
dimaksud. Cara lain misalnya dengan beberapa kali memperlihatkan data yang
penting, agar pendengar memberikan perhatian lebih terhadap data tsb. Dengan
cara tersebut, ide anda dapat tersampaikan secara efektif pada pendengar.
Point
2 : Faktor penting dalam presentasi adalah keseluruhan ide yang disampaikan
harus dapat difahami oleh pendengar
Dalam
presentasi, sangat penting bahwa ide yang disampaikan dapat difahami secara
keseluruhan oleh pendengar. Untuk itu, saat menyiapkan slide, pada bagian awal
jelaskan item-item apa saja yang akan dibahas. Selanjutnya jelaskan secara
detail masing-masing item tersebut. Hal yang sama dilakukan juga saat menjelaskan
tiap item/sub bahasan. Pertama-tama jelaskan secara singkat hal apa saja yang
akan dibahas, baru diikuti dengan penjelasan detail masing masing sub bahasan.
Misalnya
anda ingin menjelaskan karakteristik metode yang anda teliti. Pertama-tama
jelaskan ada berapakah karakteristik dari metode tsb. Setelah itu, diikuti
dengan menjelaskan masing-masing karakteristik tersebut secara berurutan dan
terstruktur.
Jika
anda menjelaskan hasil eksperimen, pertama-tama jelaskan bagian terpenting dari
hasil tersebut dengan kalimat yang sederhana dan mudah ditangkap. Baru kemudian
siapkan slide yang menjelaskan secara detail karakteristik hasil yang
diperoleh.
Dengan
membuat slide terstruktur seperti ini, saat anda menyampaikan presentasi, ide
keseluruhan/outline dengan sendirinya akan dijelaskan pada awal dari slide
presentasi. Misalnya “Pada metode ini ada tiga karakteristik yang penting.
Ketiga hal tsb. masing-masing A, B dan C. Penjelasan selengkapnya dari ketiga
karakteristik tersebut adalah sebagai berikut. …… “.
Point
3 : Pada akhir presentasi, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali point-point
penting yang dipresentasikan
Pada
slide terakhir, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali bagian-bagian penting
yang perlu “digarisbawahi”. Anda dapat mengawalinya dengan kalimat sbb. “Demikian
telah kami jelaskan penelitian mengenai W. Sebelum menutup presentasi ini, kami
ingin mengulang kembali beberapa hal dan temuan penting dalam penelitian ini”. Untuk
menjelaskan per point, anda dapat memakai kalimat misalnya sbb. “Pada studi
ini, ada tiga temuan penting, yaitu X, Y dan Z.” Diikuti dengan menjelaskan
masing-masing X, Y dan Z. Pemakaian kata “tiga” pada kalimat di atas, yang
menunjukkan “banyaknya point” akan sangat membantu pendengar untuk memahami dan
mengingat hal-hal yang akan disampaikan.
Dalam
penyampaian tsb., anda perlu memikirkan cara pengungkapan yang paling jitu, dan
paling berkesan (chikara wo ireta hanashi-kata), akan tetapi tidak jangan
sampai terkesan tergesa-gesa. Fikirkan dengan sebaik-baiknya point-point
penting mana yang akan anda sampaikan.
- Misalnya tujuan presentasi tsb. adalah menjelaskan suatu metode, maka point
yang penting untuk diulang adalah segi : keunggulan dan originality.
- Misalnya anda ingin menyampaikan hasil yang menarik dari suatu eksperimen,
maka anda dapat mengulang angka-angka yang mendukung hasil akhir
eksperimen tsb. seperti misalnya recognition rate, error-rate.
- Misalnya tujuan presentasi tsb. adalah menjelaskan suatu metode, maka point
yang penting untuk diulang adalah segi : keunggulan dan originality.
- Misalnya anda ingin menyampaikan hasil yang menarik dari suatu eksperimen,
maka anda dapat mengulang angka-angka yang mendukung hasil akhir
eksperimen tsb. seperti misalnya recognition rate, error-rate.
Yang
manapun yang akan anda sampaikan, anda harus membuat alur cerita yang logis,
dengan menyampaikan data yang dapat meyakinkan pendengar. Data seperti ini
janganlah ditampilkan secara tiba-tiba pada slide yang terakhir, melainkan
harus disampaikan pada tengah alur presentasi.
Penyampaian
pada slide terakhir harus bersifat hanya sebagai ulangan. Kalau pada slide
terakhir tersebut anda justru menampilkan hasil eksperimen yang sama sekali
baru dan belum pernah diperkenalkan pada slide sebelumnya, justru akan
berakibat membingungkan pendengar dalam menangkap bagian penting presentasi
anda.
Point
4 : Pemakaian demonstrasi eksperimen merupakan hal yang menarik. Siapkan
beberapa alternatif yang akan didemonstrasikan pada pendengar.
Anda
dianjurkan agar dalam presentasi (di tengah atau akhir) dapat menyajikan
demonstrasi software atau menunjukkan cara kerja alat yang telah dibuat.
Demonstrasi yang memakai animasi, moving picture, akan memberikan sentuhan
tersendiri yang efektif bagi peningkatan kualitas presentasi. Hal ini akan
membuat pendengar lebih yakin atas hasil eksperimen yang telah anda jelaskan.
Jika
tujuan presentasi adalah untuk memberikan impresi pada metode, pada bagian
demonstrasi, tunjukkan contoh hasil yang memberikan impact kuat atas hasil
eksperimen. Jangan lupa, sebelumnya anda perlu jelaskan secara lisan kepada
pendengar, bahwa anda akan memperlihatkan sebuah demonstrasi. Hal ini penting
karena akan membuat perhatian pendengar terfokus pada demo yang akan anda
perlihatkan.
Biasanya
cukup 1 jenis demonstrasi saja yang diperlihatkan. Akan tetapi, untuk
mengantisipasi terjadinya kegagalan, sebaiknya disiapkan beberapa jenis
demonstrasi yang memiliki karakteristik berlainan, sekitar 2 sampai 4. Dengan
demikian anda memiliki kesempatan memilih jenis demonstrasi mana yang akan anda
sampaikan dengan memperhatikan reaksi pendengar, dan juga ada cadangan
sekiranya salah satu dari demonstrasi tersebut gagal. Jika anda masih punya
cukup waktu, tentu saja anda dapat memperlihatkan semua demonstrasi yang telah
disiapkan.
Agar
anda tidak lupa timing untuk memperlihatkan demonstrasi tersebut, bisa juga
disiapkan 1 slide dengan tulisan sederhana “video”, sekedar untuk mengingatkan
anda bahwa saat tsb. waktunya untuk menampilkan video (atau demonstrasi
software) kepada pendengar.
Point
5: Perhatikan pengaturan waktu/scheduling dalam menyampaikan presentasi. Jika
presentasi terasa berjalan lambat, anda perlu untuk meringkas materi yang
disajikan.
Biasanya
waktu untuk presentasi dibatasi, sehingga untuk menyampaikan materi penelitian,
anda perlu memperhatikan pembagian waktu untuk tiap slide. Terutama sekali
presentasi di seminar, conference maupun interview pekerjaan, bila presentasi
anda melewati batas waktu yang ditetapkan akan berakibat kurang baik pada
penilaian.
Jadi,
rancanglah pembagian waktu untuk tiap hal yang akan disampaikan. Jika
presentasi ternyata berjalan terlambat dari semestinya, ringkaslah
bagian-bagian yang dapat diringkas, sehingga presentasi dapat berakhir sesuai
pada waktu yang direncanakan. Untuk hal ini, saat anda membuat persiapan
presentasi, urutkan prioritas hal yang tertulis pada slide, sedemikian hingga bagian
atas pada suatu slide berisi hal yagn paling penting, semakin ke bawah
prioritasnya lebih rendah daripada yang di atas. Hal ini akan membantu anda
saat harus melewati bagian-bagian yang tidak penting, yaitu yang berada di
bagian bawah, agar presentasi selesai tepat waktu.
Hal
penting yang tidak boleh dilupakan adalah anda harus memperhitungkan terlebih
dahulu, waktu untuk memperlihatkan demonstrasi dan waktu untuk tanya jawab.
Dari slide presentasi tsb. anda bagi ke dalam beberapa blok, dan alokasikan waktu
t tersebut ke dalam tiap blok. Jika anda tidak dapat memperkirakan jatah waktu
tiap blok, maka cobalah untuk presentasi sambil mengukur waktu untuk tiap blok.
Dengan demikian anda akan dapat memperkirakan, berapa waktu yang diperlukan
untuk masing-masing blok, dan seterusnya aturlah sebagaimana dijelaskan di
atas.
Selanjutnya,
jika hal di atas terjadi dan anda harus men-skip slide, sampaikan pada
audience, misalnya “Karena keterbatasan waktu, rencana presentasi inisedikit
saya ubah….”. Hal ini memberikan kesan yang jauh lebih baik daripada anda
diam saja saat melewati topik-topik tertentu dalam pembicaraan.
Point
6: Perlunya berlatih presentasi di depan teman/kolega
Jika
seseorang belum terbiasa melakukan presentasi, dan tiba-tiba diharuskan
memberikan presentasi pada seminar atau forum resmi, seringkali ybs. gagal
dikarenakan kata-kata macet di tengah-tengah, atau penjelasan yang diberikan
ternyata salah. Jika penampilan anda seperti ini, bagaimana pun bagusnya materi
yang akan disajikan, kegagalan tsb. akan membuat pihak pendengar presentasi
anda menjadi kurang percaya dan sulit untuk menerima argumen anda.
Untuk
menghindari kegagalan ini, tidak ada jalan lain kecuali berlatih presentasi
berulang kali. Ajaklah teman anda di lab. sebagai sparring partner. Mintalah
agar dia bersedia menjadi pendengar, dan berlatihlah seolah-olah anda berada
pada situasi formal yang sebenarnya. Sebaiknya teman yang dipilih adalah orang
yang terbiasa melakukan presentasi. Dengan demikian, dia cukup berpengalaman
untuk dapat melihat sisi-sisi lemah yang perlu dikoreksi, maupun memberikan
masukan bagi presentasi anda.
Lakukan
latihan ini berulang-ulang sampai teman anda tidak dapat menemukan
kelemahannya. Jika anda belum terbiasa melakukan presentasi, sekurang-kurangnya
anda harus berlatih tiga kali. Perbaikilah slide anda jika ada kritikan
terhadap urutan slide maupun kekuranglengkapan lay out presentasi. Usahakan
agar anda dapat merekam latihan presentasi tsb., agar anda dapat meneliti
kembali hal-hal mana yang perlu dikoreksi. Karena latihan seperti ini karena
makan waktu beberapa hari, maka sebaiknya anda mulai berlatih sejak 3 minggu
sebelum hari-H.
Salah
satu manfaat berlatih presentasi di depan orang ini adalah meningkatkan rasa
keberanian dan percaya diri anda. Tidak ada obat untuk menumbuhkan keberanian
dan rasa percaya diri selain membiasakan diri berbicara dan berpendapat di
depan umum.
Point
7 : Cek lah projector sebelum melakukan presentasi
Tidak
ada artinya jerih payah anda menyiapkan slide atau demo software, jika anda
tidak dapat mempresentasikannya pada hari H. Jangan sampai presentasi anda
gagal hanya gara-gara alat tidak dapat bekerja dengan baik. Untuk menghindari
kegagalan semacam ini, sebelum presentasi, periksalah apakah alat-alat tersebut
dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan.
Jika
untuk presentasi tersebut, anda harus meminjam projector, periksalah
spesifikasi dan cara instalasinya. Selanjutnya, datanglah lebih awal daripada
jadwal presentasi, dan periksalah sekali lagi apakah alat tersebut bekerja dengan
benar. Ini untuk mengantisipasi, bila terdapat kerusakan, anda masih memiliki
waktu untuk memperbaiki atau mencari alternatif solusi yang lain.
Saat
anda men-set tampilan proyektor, sebaiknya jangan memakai slide-slide yang akan
dipresentasikan. Disarankan untuk menyiapkan beberapa slide yang berfungsi
sebagai “test-pattern” di halaman-halaman awal file presentasi anda. (http://rennyputri.blogspot.com/2008/06/pengertian-presentasi.html)
B.
TUGAS KELOMPOK
Diskusikan
bersama kelompokmu tentang cara berpresentasi efektif. Carilah sumber melalui
internet atau buku pendukung di perpustakaan. Sesudah itu salah satu dari
anggota kelompok mempresentasikan hasil diskusi.
sintya kumalasari/34/OTKP2
BalasHapus