|
BAB 2 |
|
Permasalahan yang dialami oleh suatu kantor atau
organisasi pemerintah tentu kompleks. Permasalahan itu ada yang perlu segera
ditangani ada juga yang bisa ditangguhkan di kemudian hari. Masalah yang ada
harus ditangani strategi atau cara penanganan yang berbeda-beda. Salah satu
cara yang dapat ditempuh adalah dengan mengadakan rapat.
Agar rapat dapat berjalan dengan baik maka ada beberapa
hal yang perlu diketahui tentang pelaksanaan rapat antara lain: tipe-tipe
pimpinan rapat, tipe-tipe peserta rapat, cara menyampaikan pendapat dalam rapat
dan sebagainya.
A.
TIPE-TIPE
PIMPINAN RAPAT
Dalam sebuah
rapat, faktor pemimpin sangatlah penting untuk mengendalikan sebuah rapat.
Berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai tipe-tipe pemimpin rapat :
1) Tipe
otoriter
Pemimpin otoriter adalah
pemimpin yang suka memaksakan kehendaknya, merasa saling berkuasa dan merasa
paling mengetahui segala hal, sehingga kurang memberikan kesempatan kepada para
peserta rapat untuk mengemukakan pendapatnya. Hal ini akan mengakibatkan hasil
keputusan rapat kurang dapat dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan, karena
bukan merupakan keputusan bersama dan mungkin saja ada pihak-pihak yang
tidak puas terhadap hasil keputusan rapat tersebut.
2) Tipe demokratis
Pemimpin demokratis adalah
pemimpin yang bersifat terbuka, mau menerima kritik dan saran dari peserta
rapat, memberikan kesempatan kepada peserta rapat untuk mengemukakan
pendapatnya, berperan sebagai pembimbing, pengarah, pemberi petunjuk dan terlibat
langsung dalam interaksi kelompok. Keputusan yang diambil oleh pemimpin rapat
merupakan hasil musyawarah kelompok.
3) Tipe laizess-faire
Pemimpin laizess-faire adalah pemimpin yang
memberikan kebebasan kepada para peserta rapat untuk mengendalikan jalannya
rapat. Pemimpin tipe ini bersifat pasif dan cenderung masa bodoh, tidak
terlibat langsung dalam kegiatan kelompok, tidak punya inisiatif dan cenderung
bersikap sebagai penonton saja. Rapat yang dipimpin oleh pimpinan tipe ini
seolah-olah tidak ada pemimpinnya, sehingga hasil keputusan rapat biasanya
tidak sesuai dengan tujuan rapat yang diharapkan.
B.
TIPE-TIPE
PESERTA RAPAT
Peserta
rapat memegang peranan penting untuk mencapai keberhasilan dari kegiatan rapat.
Seorang pemimpin rapat hendaknya mengetahui dan memahami tipe-tipe para peserta
rapatnya, sehingga mudah untuk memimpin rpat. Tipe-tipe peserta rapat adalah
sebagai berikut :
1) Tipe pemberi
informasi
Peserta rapat dengan tipe
pemberi informasi memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang sangat luas dan
ingatan yang sangat kuat terhadap sesuatu, sehingga sering dijuluki dengan
kamus berjalan. Para peserta rapat yang mengalami kesulitan untuk memahami
materi pembahasan dalam rapat dapat meminta penjelasan dari peserta rapat yang
mempunyai tipe ini.
2) Tipe pemberi semangat
Peserta rapat dengan tipe
pemberi semangat memiliki kamauan dan kemampuan kerja yang tinggi, sehingga
mampu menggerakkan orang lain. Peserta rapat yang mempunyai tipe ini biasanya
memiliki moral dan disiplin kerja yang tinggi sehingga orangnya cukup berwibawa
dan disegani oleh siapa saja.
3) Tipe
inisiatif
Peserta rapat dengan tipe
inisiatif biasanya akan muncul pada saat pelaksanaan rapat menemui kemacetan
atau kebuntuan karena kurangnya atau tidak adanya data-data yang jelas untuk
menyeleseikan masalah yang dibahas. Pada saat demikian, peserta rapat bertipe
inisiatif akan memberi jalan keluar untuk penyelesian yang akan dihadapi.
4) Tipe
pemersatu
Peserta rapat dengan tipe
pemersatu akan selalu mengusahakan persatuan dan kesatuan jika terjadi
perbedaan pendapat di antara para peserta rapat, sehingga sering disebut
sebagai juru damai. Peserta rapat yang mempunyai tipe pemersatu biasanya
memiliki sifat-sifat penuh pengertian, sabar, toleransi yang tinggi dan berjiwa
besar.
5) Tipe
penyerang
Peserta rapat dengan tipe
penyerang biasanya selalu menentang pendapat atau tidak setuju dengan pendapat
peserta lain. Peserta rapat tipe ini gemar menyerang atau menyalahkan pendapat
orang lain, sehingga memancing timbulya perdebatan yang panjang dan dapat
menimbulkan perpecahan dalam kelompok. Dalam hal ini, seorang pemimpin rapat
hendaknya cepat untuk mengambil tindakan agar tidak menimbulkan masalah baru.
6)
Tipe perantara
Peserta rapat dengan tipe
perantara biasanya akan bertindak sebagai perantara atau penjembatani antara
orang/kelompok yang berbeda. Peserta rapat tipe ini membantu memperjelas
pendapat peserta rapat lain yang belum jelas, sehingga seluruh peserta menjadi
jelas. Tipe peserta ini hampir sama dengan tipe pemersatu yang selalu
menginginkan persatuan dan kesatuan dalam pelaksanaan rapat. Peserta rapat
dengan tipe ini biasanya pandai bergaul, dapat dipercaya dan memiliki wibawa
diantara lainnya.
7) Tipe
pendengar
Peserta rapat dengan tipe
pendengar biasanya bersifat pasif. Peserta rapat tipe ini hanya berperan
sebagai pendengar yang baik. Ia hanya mendengarkan informasi-informasi yang
disampaikan oleh pemimpin rapat atau peserta rapat lainnya. Ia tidak suka
mengeluarkan pendapat, kritik atau saran dan lebih bersifat pendiam.
C.
FUNGSI
PEMIMPIN RAPAT
Pimpinan rapat memegang peranan
penting dalam pelaksanaan rapat agar berjalan sesuai dengan tujuan yang
diharapkan. Fungsi pemimpin rapat adalah sebagai berikut :
1. Sebagai
Pengarah
Seorang
pemimpin rapat harus dapat mengarahkan para peserta rapat, agar tujuan rapat
yang telah ditentukan dapat tercapai. Arahan dari pimpinan ini diperlukan agar
topik/masalah yang dibahas dalam rapat tetap dalam konteksnya, fokus dan tidak
menyabar ke topik/masalah lainnya.
2.
Sebagai Penengah
Sebagai
pemimpin rapat harus dapat bertindak sebagai penengah jika terjadi pertentangan
atau perbedaan pendapat di antara para peserta rapat.
3. Sebagai
Penggerak
Seorang pemimpin rapat harus mampu menggerakkan paara peserta rapat untuk
dapat berperan aktif dalam penyelesaian masalah yang dibicarakan pada rapat.
Hal ini diperlukan, agar hasil yang diperoleh dalam rapat sesuai dengan harapan
semua peserta.
4. Sebagai
Pencari Solusi
Seorang pemimpin rapat harus dapat bertindak sebagai pencari solusi jika
rapat mengalami kemacetan atau kebuntuan. Seorang pemimpin rapat dituntut harus
lebih memahami masalah yang dibahas dalam rapat, dengan demikian pemimpin rapat
harus memiliki pengetahuan, wawasan, dan pengalaman yang lebih luas.
D.
FUNGSI
PESERTA RAPAT
Peserta rapat pada prinsipnya dalah
subyek dan obyek rapat, artinya peserta rapat adalah orang yang ikut menentukan
keberhasilan rapat dan menjadi orang yang diberi informasi selama rapat
berlangsung. Fungsi peserta rapat adalah sebagai berikut :
1. Sebagai
penyumbang pendapat
Umumnya suatu rapat diadakan untuk memecahkan permasalahan yang sedang
dihadapi. Peserta rapat harus dapat menyumbang pendapat/ide agar masalah yang
dihadapi dapat diselesaikan secara bersama-sama. Semakin peserta rapat yang
menyumbangkan pendapatnya, maka semakin banyak masukan yang didapat untuk
menyelesaikan masalah.
2. Sebagai
penyumbang data
Pendapat yang disampaikan oleh
peserta rapat haruslah berdasarkan data-data yang benar dan rasional. Sebagai
penyumbang data, peranan peserta rapat sangat penting dalam membantu pimpinan
rapat untuk menentukan langkah-langkah yang diambil dalam menyelesaikan
masalah-masalah yang dibahas dalam rapat.
3. Sebagai
perumus kesimpulan
Semua saran, pendapat, ide dan gagasan dari seluruh peserta rapat tentu
perlu dipertimbangkan dan didiskusikan bersama-sama, agar menghasilkan
kesimpulan yang diharapkan oleh semua pihak. Oleh karena itu, setiap peserta
rapat harus ikut berperan aktif dalam rumusan kesimpulan.
4. Sebagai pembantu
pimpinan
Setiap peserta rapat harus mampu membantu pimpinan rapat, agar dapat
menjalankan rapat dengan baik dan diperoleh keputusan rapat yang memuaskan
semua pihak. Peserta rapat dapat memberikan informasi sebanyak-banyaknya yang
dapat membantu pimpinan rapat dalam pengambilan keputusan.
5. Sebagai
penerima hasil keputusan
Dengan diadakannya suatu rapat diharapkan dapat diacpai suatu
kesimpulan/keputusan yang merupakan hasil kesepakatan bersama dari peserta
rapat, terhadap suatu permasalahan yang dihadapi. Oleh karena itu, hasil
keputusan ini harus diterima dan dijalankan oleh seluruh peserta rapat dengan
senang hati, walaupun mungkin saja itu bukan merupakan saran/pendapatnya.
E.
PENGENDALIAN
DALAM RAPAT
Agar pembahasan suatu masalah dalam
rapat tidak keluar dari konteksnya dan tidak terjadi perdebatan yang
berkepanjangan, rapat harus dikendalikan oleh pimpinan rapat. Jenis-jenis
pengendaliannya adalah sebagai berikut :
1. Penegendalain
bebas terbatas
Pengendalian ini merupakan pengendalian rapat yang memberikan kesempatan
secara bebas kepada para peserta rapat untuk mengemukakan pendapatnya secara
bergantian. Model pengendalian seperti ini terkesan demokratis, namun dapat
memberikan peluang kepada para peserta rapat yang ingin memonopoli pembicaraan
dalam rapat.
2.
Pengendalaian secara ketat
Pengendalian secara ketat adalah pengendalian rapat yang tidak memberikan
kesempatan bertanya atau mengeluarkan pendapat kepada para pesertanya. Para
peserta rapat boleh mengeluarkan pendapat hanya seizin pimpinan rapat dengan
waktu dan jumlah penanya yang sudah ditentukan. Model pengendalian seperti ini
terkesan otoriter dan kaku, sehingga para peserta rapat kurang bebas dalam
mengeluarkan pendapatnya.
3.
Pengendalian gabungan bebas terbatas dengan ketat
Pengendalian rapat yang menggabungkan antara bebas terbatas dengan ketet
adalah pengendalian rapat yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada
peserta rapat untuk mengeluarkan pendapatnya dan apabila keadaan sebuah mulai
kurang sterkendali, pimpinan rapat langsung menggunakan cara pengendalian
ketat, sehingga keadaan normal kembali.
F.
TEKNIK
BERTANYA DALAM RAPAT
1.
Pertanyaan
umum
Pertanyaan umum diajukan untuk mengaktifkan seluruh pesertarapat. Semua
siajak serta untuk berpikir mencari jawaban dari pertanyaan yang bersifat umum.
Contohnya: Menurut pendapat Saudara-saudara, bagaimana cara promosi yang
efektif?
2.
Pertanyaan langsung
Pertanyaan langsung biasanya dilakukan oelh pemimpin rapat. Pertanyaan
langsung diajukan dengan tujuan untuk memberikan motivasi atau dorongan kepada
peserta rapat agar aktif dalam rapat. Pertanyaan langsung berguna untuk
menghentikan percakapan pribadi antar peserta rapat. Selain itu tuja berguna
untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta rapat yang dapat menjawab
pertanyaan tesebut.
Contohnya: Saudara Roni, menurut pendapat anda bagaimana cara promosi yang
efektif?
3.
Pertanyaan tidak langsung/dioperkan
Pada saat ada yang bertanya, pertanyaannya dialihkan atau dipindahkan
kepada peserta lainnya yang diperkirakan dapat menjawab atau agar jawabannya
dipikirkan bersama oleh forum rapat.
Contohnya: Saudari Tini, tadi saudari Ani menanyakan perihal mengenai open
management. Apakah Sadari tahu mengenai itu?
4. Pertanyaan terbuka
Dalam pertanyaan ini, jenis pertanyaan ini diajukan terbuka, yang
diungkapkan dalam kata-kata yang bersifat umum. Jawaban dari pertanyaan terbuka
dapat bervariasi atau bermacam-macam. Biasanya kalimat tanya diawali dengan
kata tanya: apa, bagaimana, mengapa, bilamana, siapa, kapan.
Contoh: Siapakah yang akan mengepalai divisi ini?
5. Pertanyaan mengembalikan
Yang dimaksud dengan pertanyaan mengembalikan adalah pertanyaan dibalikkan
kepada orang yang bertanya atau pertanyaan dijawab dengan pertanyaan lagi.
Pertanyaan dari peserta rapat dikembalikan kepada peserta rapat yang bertanya
atau ditanyakan lagi kepada peserta rapat yang lain, sehingga peserta rapat
yang lain ikut aktif memikirkan jawabannya.
Pertanyaan yang dikembalikan kepada peserta rapat berguna untuk memberikan
dorongan kepada peserta rapat untuk aktif, kreatif, dan mengembangkan pola cara
berpikir yang rasional serta menghindari dialog langsung antara pemimpin rapat
dengan seorang peserta rapat.
Contohnya: Saudara A bertanya kepada pemimpin rapat, saudara ketua mengapa
promosi tidak dilakukan secepatnya dalam kurun waktu 1 bulan ini? Dijawab oleh
pemimpin rapat, menurut saudara A sendiri mengapa promosi tidak kita lakukan
pada bulan ini?
6.
Pertanyaan
faktual
Pertanyaan yang diajukan dengan tujuan untuk memperoleh fakta atau
keterangan lain yang sesuai dengan kenyataan.
Contohnya: Berapa omzet penjualan kita bulan ini?
7. Pertanyaan retoris
Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan suatu jawaban,
karena orang-orang sudah mengetahui jawabannya.
Contohnya: Bukankah dengan bekerja keras kita akan memperoleh hasil yang
maksimal?
8. Pertanyaan penghargaan
Pertanyaan yang diajukan karena ingin memberikan penghargaan kepada orang
yang telah menyatakan pendapat yang baik, sehingga akan memberikan semangat
atau dorongan kepada peserta lain untuk lebih berani mengemukakan pendapat.
Contohnya: Saudara Ihsan, Anda tadi telah mengemukakan pentingnya open
management. Dapatkah anda menjelaskan hal itu lebih lanjut?
9.
Leading
question
Maksud leading question ialah suatu pertanyaan yang diungkapkan padahal
jawabannya telah ada dalam pertanyaan itu sendiri.
Contohnya: Sarana yang kita miliki memang masih kurang, bukan?
G.
PENYELENGGARAAN
RAPAT
Pihak yang bertanggung
jawab atas kelancaraan penyelenggaraan rapat dari awal hingga akhir adalah
pimpinan rapat. Pemimpin rapat biasanya langsung membuka acara rapat apabila
rapat rutin dan hanya kalangan internal saja. Akan pembukaan rapat bisa juga
dilakukan oleh pembawa acara, seseorang yang menduduki posisi tertinggi pada
suatu instansi/perusahaan atau seseorang yang disegani.
1. Membuka
rapat
Hal-hal yang harus dikemukakan dalam
membuka subuah rapat adalah sebagai berikut :
a.
Acara rapat.
b.
Tata tertb rapat (bersifat fleksibel).
c.
Motivasi (pentingnya masalah yang akan dibahas).
d.
Pengenalan masalah atau persoalan masalah yang akan
dibahas.
e.
Tujuan diadakannya rapat.
f.
Tanggapan-tanggapan atau saran.
2. Berlangsungnya rapat
Selama rapat berlangsung pemimpin
rapat harus dapat mengatur jalannya rapat agar tertib. Masalah yang dihadapi
dalam rapat harus dapat diatasi, seperti terjadinya perdebatan yang
berkepanjangan, adanya monopoli pembicaraan oleh salah seorang peserta rapat,
tidak konsentrasinya peserta rapat dan sebagainya.
Selama rapat berlangsung sekretaris
bertanggung jawab untuk membuat catatan pelaksanaan rapat. Bentuk catatannya
disesuaikan dengan keinginan pimpinan rapat. Ada dua bentuk catatan rapat,
yaitu sebagai berikut :
a. Verbatim, yaitu catatan lengkap semua pembicaraan dalam rapat
tanda ditambahi ataupun dikurangi.
b. Notula,
yaitu catatan yang berisi pokok-pokok pembicaraan yang dibahas dalam rapat.
3. Menutup rapat
Rapat yang telah berlangsung
beberapa waktu, pada akhirnya akan ditutup. Apabila dalam rapat belum ditemukan
keputusan, maka pemimpin rapat dapat memunjuk tim khusus untuk menyelesaikan
masalah tersebut. Akan tetapi, bila dalam rapat tersebut tidak ditemukan
hambatan dan telah menghasilkan keputusan maka diakhir rapat, pemimpin rapat
dapat membacakan hasil dari pertemua/ rapat tersebut dan memberikan kesempatan
bagi peserta rapat untuk mengemukakan hal-hal yang sekiranya belum tercakup
dalam hasil keputusan rapat. Setelah tidak ada lagi permasalahan, maka pemimpin
rapat dapat menutup rapat.
H.
TEKNIK
MENYUSUN NOTULA
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa
Indonesia terbitan Balai Pustaka dijelaskan bahwa notula adalah catatan singkat
mengenai jalannya persidagan (rapat) serta hal yang dibicarakan dan diputuskan.
Orang yang melakukan pekerjaan notula disebut juga sebagai notulis. Apakah
notulis dengan sekretaris sama? Dalam situasi tertentu sekretaris dapat pula
menjadi seorang notulis, namun seorang notulis tidaklah otomatis menjadi
seorang sekretaris.
Notulen merupakan sumber informasi
atau sebagai dokumen otentik, karena notulen harus ditulis dengan teliti, tepat
dan jelas. Penyusunan notulen memerlukan kemampuan menulis secara jalas dan
singkat. Penulisan notulen harus didahului dengan judul yang menyatakan dengan
jelas badan yang mengadakan rapat, serta dimana rapat tersebut diselenggarakan.
Setelah itu menyusun daftar nama peserta rapat beserta jabatannya dan yang
terakhir adalah peserta rapat yang berhalangan hadir juga harus ditulis.
Kemudian notuis mencatat apa yang
terjadi dalam rapat. Yang pertama dicatat ialah pengesahan notulen rapat
sebelumnya bila rapat yang diadakan waktu itu adalah lanjutan dari rapat
terdahulu. Selanjutnya yang perlu dicatat adalah pembahasan-pembahasan serta
keputusa-keputusan yang dambil mengenai hal-hal yang tercantum didalam agenda
rapat. Dan yang terakhir adalah mencatat pukul berapa rapat tersebut ditutup.
Notula memiliki fungsi penting dalam penyelenggaraan rapat yaitu :
1. Sebagai Alat Bukti
Apabila ada kasus, maka notula dapat
digunakan sebagai bahan pembuktian di pengadilan. Sebagai contoh: pendaftaran
suatu organisasi, bila ada perubahan bentuk atau penutupan suatu organisasi,
membuktikan adanya pelaksanaan tugas tau tidak dilaksanakan tugas tersebut.
2. Sebagai Sumber Informasi Untuk
peserta Rapat Yang Tidak Hadir
Meskipun peserta berhalangan hadir,
sebaiknya peserta tersebut tetap mengetahui materi rapat yang dibahas dan
mengetahui hasil rapat.
3. Sebagai Pedoman Untuk Rapat
Berikutnya
Rapat terdahulu yang memerlukan
tindak lanjut, direlisasikan dalam rapat berikutnya sehingga notula dapat
dijadikan pedoman.
4. Sebagai Alat Pengingat Untuk
Peserta Rapat
Biasanya setelah pembukaan rapat,
dibacakan notula hasil rapat sebelumnya sehingga dapat mengingatkan para
peserta rapat.
5. Sebagai Dokumen
Notula sebagai dokumen sehingga
harus disusun dengan rapi menurut kronologis dan dijilid secara rapi lalu
dismpan engan baik sesuai dengan sistem pengarsipan.
6. Sebagai Alat Untuk Rapat
Semu
Yang dimaksud dengan rapat semu
adalah rapat yang tidak pernah dilaksanakan atau rapat fiktif. Pada saat
menyususn notula biasanya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada ahli hukum.
Untuk menjadi notulis yang handal,
diperlukan beberapa keahlian yang harus dimiliki seorang notulis. Seorang
notulis harus terampil atau mampu:
1. Mendengarkan da menulis
2. Memilah dan memilih hal yang penting
dan yang tidak penting
3. Konsentrasi yang tinggi
4. Menulis cepat
5. Bersikap obyektif dan jujur
6. Menguasai bahsa teknis baku dan
menguasai materi pembahasan
7. Mengetahui dan memenuhi kebutuhan
pembaca notula
8. Menguasai metode pencatatan secara
sistematis
9. Menguasai metode pengolahan data
10. Menguasai berbagi hal yang
berhubungan dengan rapat.
11. Menyimpulkan hasil rapat
Seorang notulis memiliki beberapa
fasilitas penunjang untuk membantu dalam menyelesaikan tugasnya. Beberapa
fasilitas dan keistimewaan yang harus diperoleh seorang notulis adalah sebagai
berikut:
1. Notulis diberi informasi mengenai
perihal latar belakang rapat, tujuan rapat, pokok masalah rapat, dan jenis
rapat sebelum rapat dilaksanakan. Notulis harus mengetahui susunan acara
beserta pokok masalah atau materi yang akan dirapatkan agar dapat dipelajari
sehingga memudahkan dalam menyusun notula.
2. Notulis diberi dokumen atau makalah
yang dibagikan kepada para peserta rapat yang lain pada saat pelaksanaan rapat.
3. Notulis diperbolehkan untuk meminta
agar peserta rapat menjelaskan atau menyempurnakan kesimpulan yang dikemukakan
notulis.
4. Notulis mempunyai kesempatan untuk
mengajukan pertanyaan pada saat rapat berlangsung.
5. Setiap sesi berakhir, notulis
mempunyai hak untuk memperoleh rangkuman dan kesimpulan rapat.
6. Agar dapat menyempurnakan notulanya,
notulis berhak berbicara pada setiap sesi.
7. Notulis duduk disebelah pemimpin
rapat, agar mudah berkomunikasi dan memperoleh informasi secara maksimal.
8. Apabila rapat berlangsung terlalu
lama, maka perlu disiapkan beberapa orang untuk menulis notulis.
9. Ketika menyusun notula, seorang
notulis tidak boleh mengerjakan hal lain karena menyusun notula memerlukan
konsentrasi yang penuh.
10.Jika rapat membutuhkan waktu
pengkajian yang lebih lama dan berlagsung alot dan rumit, maka notulis berhak
memperoleh keleluasaan waktu untuk meyusun notula akhir.
Telah dikemkakan bahwa notula adalah
catatan singkat mengenai jalannya persidanga (rapat) serta hal yang dibicarakan
dan diputuskan. Notula ini dapat disusun sebelum rapat, pada saat rapat
berlangsung atau sesudah rapat. Notula terbagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Notula
Harfiah
Yang dimaksud dengan notula harfiah
adalah laporan atau pencatatan secara kata demi kata seluruh pembicaraan dalam
rapat, tanpa menghilangkan atau menambahka kata lain (kata dari notulis).
Notula harfiah biasanya berbentuk dikte atau catatan stenografi, menulis
kembali hasil rekaman, dan gabungan dari keduanya.
2. Notula
Rangkuman
Notula rangkuman adalah laporan
ringkas tentang pembicaraan dalam rapat. Oleh karena itu, notulis harus
terampil menilai isi pembicaraan setiap peserta rapat. Notulis harus dapat
memilah dan memilih setiap pembicaraan. Hal-hal yang ditulis oleh seorang
notulis adalah yang sesuai dengan tema rapat da tujuan rapat. Apabila pembicaraannya
tidak seseuai dengantema dan tujuan rapat, maka notulis tidak perlu menulis di
dalam notula rapat.
Notulis juga harus dapat meringkas
setiap pembicaraan dan menuliskannya dalam kalimat yang komunikatif dan
efektif. Dalam kata lain notula harus ditulis dengan kalimat yang jelas,
singkat, dan tepat serta dapat dipahami oleh orang lain. Untuk itu, seorang
notulis harus terampil mendengarkan setiap pembicaraan, meringkas, mencatat
sambil mendengarkan pembicaraan berikutnya
1. ISI NOTULA
Notula yang baik bukan notula yang
panjang lebar, tetapi isinya kurang lengkap dan pembicaraan yang bertele-tele.
Notula yang baik adalah yang ringkas tetapi lengkap serta jelas.
Notula yang lengkap berisi hal-hal
seperti dibawah ini, walaupun ada organisasi yang menyimpang dari urutan-urutan
berikut :
a.
Nama badan atau lembaga yang menyelenggarakan rapat.
b.
Sifat rapat (rutin, biasa, luar biasa, tahunan,
rahasia dan lain-lain).
c.
Hari dan tanggal diselenggarakannya rapat.
d.
Tempat rapat.
e.
Waktu mulai dan berakhirnya (kalau tidak pasti,
ditulis sampai dengan selesai).
f.
Nama dan jabatan pimpinan rapat.
g.
Daftar hadir peserta.
h.
Koreksi dan perbaikan rapat yang terdahulu.
i.
Catatan semua persoalan yang belum ada keputusannya.
j.
Usul-usul atau perbaikan-perbaikan.
k.
Tanggal atau bulan kapan akan diadakan rapat
berikutnya.
l.
Penundaan rapat dan tanggal penundaan (bila ada).
m.
Tanda tangan notulis dan ketua rapat.
Notula harus obyektif tanpa ada
hal-hal yang dikarang sendiri oleh notulis, sehingga menyimpang dari isi
pembicaraan yang asli. Notula yang baik juga harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut :
a. Lengkap berisi tentang semua
informasi walaupun dalam penulisannya ringkas (tidak bertele-tele).
b. Bahasa notula mudah dipahami
pembaca.
c. Setiap pembicaraan ditulis secar
terperinci dan satu sama lain saling terkait.
d. Dapat membantup impinan dalam
pengambilan kebijakan dan keputusan.
e. Dapat dijadikan sebagai alat bukti
apabila terjadi suatu permasalahan.
f. Dapat membantu untuk mengingatkan
kembali setiap orang yang terkait bila memerlukan lagi notula tersebut.
2. SUSUNAN NOTULA
Susunan notula secara garis besarnya
hampir sama, walaupun tidak persis. Karena masih ada perbedaan sedikit-sedikit,
maka dibawah ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat menyusun
notula.
1. Nomor rapat dan jenis rapat perlu
disebutkan, apalagi jika pembicaraan itu dilaksanakan secara berkala.
2. Jam berapa dibuka, harus disebutkan
secara jelas dan jam berapa rapat tersebut ditutup. Tetapi jika rapat tersebut
belum selesai maka ditulis mulai pukul ..... sampai selesai ......
3. Daftar hadir semua ditandatangani
oleh peserta dan harus dilampirkan pada notula.
4. Meskipun notula ditulis secara
ringkas, tetapi setiap pembicaraan harus disebutkan namanya. Misalnya Saudara
Majid mengemukakan bahwa ............, maka ketua menyetujui usulan tersebut
dan .........
5. Tetapi nama pendukung, terutama yang
tidak disetujui, jangan ditulis. Lebih baik ditulis jumlanya, misalnya yang
setuju ......... orang dan yang tidak setuju ......... orang. Orang yang setuju
dan tidak setuju cukup dengan mengancungkan tangan saja, tidak perlu berbicara.
6. Setelah rapat selesai, notulis
mengoreksi lagi notula dan menyalin kembali salinannya, diketik dengan rapi,
dan ditandatangani oleh notulis serta Ketua rapat tersebut.
7. Bila perlu, digandakan untuk
dibagikan pada peserta rapat yang tidak hadir pada saat rapat berlangsung.
Buatlah
notula rapat dari soal berikut ini :
PT Lintas Cakrawala adalah
sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi Virgin Oil Coconut (VCO) .
PT Lintas Cakrawala berkantor pusat di Yogyakarta dan memiliki cabang di 4 kota
besar yaitu Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan. Selama satu bulan terakhir
PT Lintas Cakrawala didera demo karyawan yang berkepanjangan. Dalam dua hari
terakhir demo telah meluas hingga seluruh cabang PT Lintas Cakrawala. Serikat
Pekerja PT Lintas Cakrawala menuntut perusahaan menaikkan gaji karyawan minimal
25% dari gaji yang sekarang mereka peroleh. Meski telah memenuhi Upah Minimum
Regional (UMR) tetapi bagi karyawan itu belum mampu mencukup kebutuhan
sehari-hari karyawan. Menyikap hal tersebut Pimpinan Pusat PT Lintas Cakrawala
mengundang 4 Pimpinan Cabangnya untuk menyelesaikan permasalahan.
Tugas
- Peserta membuat
notula dari rapat yang diselenggarakan oleh roler (pemeran) di ruang
khusus.
- Notula dibuat dengan
blanko yang telah disediakan oleh panitia
- Waktu role playing
rapat kurang lebih 25 menit, sesudahnya peserta UKP masuk ke ruang kelas
untuk menyusun notula dalam waktu 35 menit
Skenario
- Pimpinan Pusat (Ir.
Muhammad Zain Saleh, MBA)
Demo yang telah meluas dan
serempak dalam dua hari terakhir dikhawatirkan menimbulkan stagnasi. Perusahaan
terancam bangkrut karena tidak menghasilkan barang. Untuk itu pimpinan perlu
mendapatkan masukan dari para pimpinan cabang terkait hal tersebut.
Tuntutan-tuntutan dari karyawan perlu menjadi bahan pertimbangan.
- Pimpinan Cabang
Bandung (Kusuma Wardani, SE. Akt)
Dari Bandung dilaporkan
bahwa unjuk rasa sudah dimulai sejak dua minggu terakhir. Produksi barang
anjlok sampai dengan 80%. Cabang telah berupaya melakukan mediasi dengan
Serikat Pekerja Cabang akan tetapi belum membuahkan hasil. Oleh karena itu
Pimcab Bandung mengusulkan agar Pimpinan Pusat meninjau ulang Upah Minimum
Regional (UMR) dan mengadakan Forum Silaturahmi dengan Serikat Pekerja.
- Pimpinan Cabang
Semarang (Susilawati, SE)
Hal yang sama juga terjadi
di Semarang, bahkan aksi unjuk rasa semakin anarkis karena massa merusak
properti milik PT Lintas Cakrawala. Karyawan yang demo disinyalir adalah
karyawan yang tidak produktif.
Serikat Pekerja
bahkan mengancam apabila tuntutan tidak
dikabulkan dalam 1 minggu ini maka perusakan yang mereka lakukan akan diperluas
sampai area pabrik. Untuk itu Pimcab Semarang setuju dilakukan mediasi dengan
seluruh utusan Serikat Pekerja dari pusat sampai cabang. Pimcab Semarang juga
mengusulkan perlunya tes psikologi saat rekruitmen pegawai.
- Pimpinan Cabang
Surabaya (Ir. Adi Waluyo Jati)
Meski terjadi hal yang
sama dengan cabang yang lain, tetapi unjuk rasa dari Serikat Pekerja Cabang
Surabaya cenderung lebih lunak. Pimcab
memandang demo yang terjadi ada hubungan psikologis dengan keadaan yang sedang
susah. Pimcab Surabaya mengusulkan perusahaan perlu memberikan tambahan
tunjangan kesejahteraan karyawan yang diambil dari dana cadangan perusahaan.
Pimcab Surabaya juga mengusulkan untuk memberikan sanksi tegas kepada karyawan
yang telah bertindak anarkis. Apabila perlu karyawan tersebut di PHK.
- Pimpinan Cabang Medan
( Maharani Dewi, SH)
Aksi demo yang terjadi
menurut Pimcab Medan dapat dimaklumi oleh karena perekonomian negara yang masih
belum stabil. Pimcab Medan memberikan masukan demo juga perlu disikapi dengan
adanya PHK. Disamping itu perlu menjajagi kemungkinan ekspand (ekspor ke Luar
Negeri) guna menambah laba perusahaan
Kesimpulan
Pimpinan
1.
Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku sekarang akan ditinjau ulang melalui rapat direksi.
2.
Karyawan yang terlibat tindak anarkhis akan
ditindaklanjuti dengan PHK dan proses hukum kepada pihak berwajib.
3.
Tes penerimaan karyawan akan lebih diperketat dengan
melibatkan psikolog dari luar.
4.
Perusahaan akan memberikan tambahan tunjangan dari dana
cadangan perusahaan.
5.
Perusahaan akan membentuk tim khusus untuk menjajagi
kemungkinan ekspor ke Luar Negeri.
SOAL 2
Aktivitas
1.
Buatlah notula rapat pada praktik di Kegiatan
Belajar 1 (lihat Aktivitas hal. 22) !
2.
Buatlah notula rapat dari pelaksanaan rapat
berikut ini.
Petunjuk
a.
Rapat dilaksanakan pada hari ini, pukul 09.00 s.d
selesai
b.
Rapat dipimpin oleh Bapak Ir. Irwansyah, M.Si
c.
Peserta rapat adalah para kepala cabang, yaitu:
·
Dwi Astuti, pemasaran wilayah Jabodetabek
·
Surya Agung, pemasaran wilayah Bandung
·
Edi Purnama, pemasaran wilayah Purwakarta dan
Sumedang
·
Sari Dewi, pemasaran wilayah Bogor dan Sumedang
·
Firman, pemasaran wilayah Banten
d.
Sifat rapat tertutup
SKENARIO RAPAT
Ketua Rapat :
Saudara sekalian, selamat pagi dan
terima kasih atas kehadiran Saudara pada undangan rapat pada hari ini. Rapat pagi
ini sangat penting bagi kemajuan usaha kita, karena setelah kami periksa pada
laporan bulanan ternyata omzet penjualan produk kita mengalami penurunan yang
memperihatinkan. Oleh karena itu, kami minta Saudara memberikan masukan dan
informasi bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan kembali penjualan produk
kita, agar omzet penjualan tetap stabil. Silahkan Saudara memberikan tanggapan
atau usulan untuk meningktakan kembali usaha kita.
Dwi Astuti :
Maaf Pak, menurut saya menurunnya omzet
penjualan kita dikarenakan semakin banyaknya saingan produk yang sejenis,
sehingga perlu kiranya kita meninjau kembali mutu produk kita, agar tetap bisa
bersaing dengan produk yang lainnya.
Surya Agung :
Saya setuju dengan pendapat Ibu Dwi
Astuti. Kita harus selalu meningkatkan mutu produk kita dan harga yang ditawarkan
kepada masyarakat juga jangan terlalu tinggi, sehingga kurang terjangkau oleh
masyarakat.
Edi Purnama :
Kalau saya menyoroti dari sisi lain
Pak, menurut saya penurunan penjualan produk kita ini disebabkan juga krisis
ekonomi yang terjadi dinegara kita, sehingga daya beli masyarakat menjadi
berkurang. Saran saya bagaimana jika cara pemasaran produk ini kita lakukan dengan door
to door dang dengan sistem kredit, sehingga masyarakat akan lebih dekat
dengan produk kita.
Sari Dwi :
Selama ini kita belum mencoba
pemasaran dengan cara door to door, tetapi
hanya melalui sistem agen. Oleh karena itu, sya sangat setuju dengan usulan Bapak
Edi.
Firman :
Kalau saya mengusulkan dibentuk tim
yang melakukan riset pasar untuk mendapatkan data yang akurat tentang mutu dan
harga produk kita dibandingkan dengan produk sejenis. Kita juga bisa mengetahui
produk apa yang diinginkan masyarakat, sehingga kita bisa lebih memenuhi
keinginan masyarakat.
Ketua Rapat :
Saudara sekalian, terima kasih atas
usulan, masukan dan saran-saran yang telah Saudara berikan. Kesimpulan yang
dapat diambil dari rapat hari ini adalah sebagai berikut:
·
Untuk meningkatkan omzet penjualan kita perlu
melakukan riset pasar.
·
Memeperhatikan dan meningkatkan mutu produk
·
Pemasaran dengan cara door to door dan melayani pembelian dengan sistem kredit.
Demikian
rapat kita pada hari ini, mohon kerja sama dari kita semua untuk terus
meningkatkan omzet penjualan produk kita dan selamat bertugas kembali.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAngger Hanum Karunia Jati / 05 / XI OTKP 3
BalasHapusMutyarahma Dayinta / 25/ XI OTKP 3
BalasHapusErna Tri Wijayanti /15/XI OTKP 3
BalasHapusArum Monica Putri / 06 / XI OTKP 3
BalasHapusMita Rachmawati (24/XI OTKP 3)
BalasHapusNOVITA MEGA FITRIANI (29/XI OTKP'3)
BalasHapusAdhani Anastasya Putri (02/XI OTKP 3)
BalasHapusNatalia Christin (26/ XI OTKP 3)
BalasHapusSuci Nurhidayati (33/XI OTKP 3)
BalasHapusRavellia ratnaningtyas/31/XI OTKP3
BalasHapusAyudya Emi Widiastuti (08/XI OTKP 3)
BalasHapusMelisa Oktavilia(23/XI OTKP 3)
BalasHapusLayla Avita Sari(22/XI OTKP 3)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNoor indah meita sari(27/XI OTKP 3)
BalasHapusJenifa Efrinda (19/XI OTKP 3)
BalasHapusDewi Herawati (10/XI OTKP 3)
BalasHapusWanda Nur Azizah (36/XI OTKP 3)
BalasHapusElsa Zahrani Astuti(14/XI OTKP 3)
BalasHapusKhofifah Eka Nur Khasanah (21/XI OTKP 3)
BalasHapusAdelia Luthfi Prameswari (01/XI OTKP 3)
BalasHapusFrendi Nurdiansyah(13/XI OTKP1)
BalasHapusAlifah nur aini (02/ Xl otkp 1)
BalasHapusWahyu Nur Ayu Anggraeni (XI OTKP 1/36)
BalasHapusSapta Oktaviani (XI OTKP 1/33)
BalasHapusAprilia Septiandini (XI OTKP 1 /6)
BalasHapusSuci Nurhidayati (XI OTKP 3/33
BalasHapusLatifah Dwi Aryanti (XI OTKP 1/18)
BalasHapusDiva Reny Febrananda (XI OTKP 3)
BalasHapusFitri Nur Itsnaini ( XI OTKP 1/12)
BalasHapusAnggi Hana Hanifah (XI OTKP 2/3)
BalasHapusMuhammad Rizki Andika (XI OTKP 1/23)
BalasHapusSepti Dwi Nuryani (XI OTKP 1/34)
BalasHapusLayla Avita Sari (22/XI OTKP 3)
BalasHapusAlifah nur aini (02 otkp 1kls 11)
BalasHapusFadilah nur rohmah /XI OTKP 2 /10
BalasHapuslatifah Dwi Aryanti (18/ XI OTKP 1)
BalasHapusNovi Anggraeni ( XI OTKP 3/28 )
BalasHapusRestani Cahya (XI OTKP 1/30)
BalasHapusRasty Razya Fibria (XI OTKP 2/28)
BalasHapusMutyarahma Dayinta (XI OTKP 3/25)
BalasHapusInta sari Rahmadhani (XL OTKP 2/18)
BalasHapusElsa zahrani Astuti (XI OTKP 3/14)
BalasHapusKhofifah Eka Nur Khasanah (XI OTKP 3/21)
BalasHapusErna Tri Wijayanti (XI OTKP3/15)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusRavita Febriana (Xl OTKP 2/29)
BalasHapusHerum Fajar Wati XI OTKP1 14
BalasHapusNurmalita /27 otkp 2
BalasHapusOviolla Maliha Fajrin XI OTKP 1/27
BalasHapusWanda Nur Azizah (XI OTKP 3 /36)
BalasHapusFani Istufa andarini(XI OTKP 3/16)
BalasHapus